banner 728x90

Abdul Haris Sarankan Pemerintah Segera Lakukan Vaksin Kepada Guru di Bontang

  • Bagikan
Abdul Haris, Anggota DPRD Kota Bontang
banner 728x90

BONTANG – Selama satu tahun pandemi Covid-19, seluruh aktivitas belajar mengajar mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tahun ini telah direncanakan pembelajaran tatap muka yang di inisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Melihat kondisi saat ini Indonesia sudah melaksanakan program vaksinasi.

Untuk hal itu, tentu pemberian Vaksinasi kepada tenaga pendidik menjadi hal yang sangat penting, namun keadaan berbeda di kota Bontang. Pasalnya distribusi Vaksin untuk guru saat ini tak kunjung di laksanakan.

Baca Juga :  Jabat Ketua Pansus LKPJ 2020, Maming Segera Koordinasi Dengan OPD

Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris menyayangkan guru tidak masuk prioritas utama dalam suntik vaksin.

Karena vaksinasi bagi guru sifatnya mendesak. Pasalnya saat ini Bontang secara grafik tingkat persebaran virus COVID-19 sudah melandai. Dan ketika guru sudah di vaksin maka pembelajaran tatap muka akan segera terealisasikan.

“Harusnya guru menjadi prioritas dalam penyuntikan vaksin. Agar aktivitas belajar dan mengajar di dunia pendidikan segera di lakukan,” ujarnya saat dijumpai di ruang Komisi I DPRD Bontang, Selasa (23/03/2021)

Baca Juga :  Giat Ramadhan, Ridwan Minta Pemkot Bolehkan Pasar Ramadhan

Selanjutnya Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai, saat ini dalam distribusi vaksinasi pemerintah lebih memprioritaskan komponen masyarakat yang sifatnya tidak mendesak.

“Semua elemen perlu memang di suntikkan vaksin, namun saat ini harusnya tenaga pendidik atau guru lebih awal diprioritaskan,” terangnya.

Saat di singgung soal wacana ujian sekolah dilaksanakan tatap muka di bulan April 2021 mendatang, Abdul Haris mengaku selalu mendukung selama sarana dan prasarana penunjang kesehatan di sekolah terjamin aman.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Bontang Usulkan Bentuk Tim Independen Untuk Uji Kualitas Air Bekas Lubang Tambang

“Karena sekolah tatap muka lebih muda dalam tingkat pengawasannya dibanding belajar Dalam Jaringan (Daring). Selanjutnya tinggal tim satgas mengintruksikan untuk setiap sekolah selalu mempertahankan kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” tutupnya.(004/redaksi)

  • Bagikan