Safaruddin Minta BNN Gandeng Pemerintah Daerah Terkait Pengajaran Bahaya Narkoba di Sekolah

  • Bagikan
Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin, Anggota DPR RI Dapil Kaltim

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) agar semakin agresif mendekati pemerintah daerah untuk memasukkan pengajaran soal bahaya narkoba ke dalam kurikulum sekolah.

“Kurikulum berapa sih sebetulnya daerah yang (pengajaran) narkotika ini sudah masuk di kurikulum SD, SMP, dan SMA, tentu sudah ada tapi ada yang belum. Saya kira ini BNN plus BNP (Badan Narkotika Provinsi) harus terus melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah agar ini masuk kurikulum,” kata anggota anggota DPR RI Dapil Kaltim ini dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI bersama BNN di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (20/1/2022).

Pengajaran mengenai bahaya narkoba, menurut Safaruddin, perlu dijalankan sedini mungkin kepada anak-anak. Hal ini demi memantik rasa penolakan mereka terhadap zat haram tersebut. Kerja sama dengan pemerintah daerah harus dilakukan.

“Sehingga anak-anak kita ke depan betul-betul bisa anti terhadap narkoba ini. Kami mohon apa nanti program untuk 2022 untuk masalah kurikulum,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Pada kesempatan itu, Safaruddin juga mengeluhkan minimnya anggaran yang dimiliki BNP. Oleh karena itu, kerja sama dengan pemerintah daerah mesti ditingkatkan.

“Kasihan Pak, enggak ada biaya. BNP diberdayakan juga, jangan kalau saya lihat kegiatan BNN ini luar biasa, tapi kalau saya sampai ke BNP kasihan itu BNP, Pak,” katanya.

Hadir dalam raker tersebut Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose. (***)

  • Bagikan