Riuh Penolakan Rencana Master Plan Banjir, Presma Unijaya : Jangan Korbankan Masyarakat

  • Bagikan
Yusril Ihza Mahendra, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunajaya

BONTANG – Penolakan DPRD Kota Bontang terkait pengajuan rencana Pemkot Bontang dalam pembuatan Master Plan banjir kian menjadi sorotan. Pasalnya, Kota Bontang saat ini menjadi daerah yang rawan banjir.

Menyikapi hal tersebut, Yusril Ihza Mahendra selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunajaya (BEM Unijaya) angkat suara. Dirinya mengatakan persoalan banjir kini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat.

Menurutnya, saat ini curah hujan deras dalam waktu tiga jam saja bisa menggenangi tempat tinggal mereka.

Mendengar kabar jika usulan pembuatan master plan banjir tidak mendapatkan persetujuan DPRD Bontang, dirinya menganggap jika legislator tidak serius dalam menanggulangi persoalan banjir.

“Masyarakat tentunya merasa bingung menyaksikan perdebatan DPRD dan Pemkot soal penanganan banjir, padahal penyelesaian banjir masuk dalam program prioritas,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (27/06/2021).

Lebih lanjut, Yusril menyampaikan jika persoalan tersebut menjadi mendesak karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Mulai dari aktivitas yang terhambat, hingga kerugian materiil akibat banjir.

Jadi, menurutnya jangan sampai persoalan banjir hanya sekedar menjadi tontonan yang justru akan menghilangkan kewajiban dari dua tugas dan fungsi pejabat eksekutif dan legislatif.

“DPRD mendebatkan persoalan penanggulangan banjir ini, Jika terus seperti ini maka masyarakat hanya akan menjadi korban,” sambungnya.

Untuk itu Yusril mendesak DPRD Bontang untuk segera melakukan review ulang terhadap hasil penetapan yang menolak perencanaan program masterplan banjir yang ditawarkan oleh Pemkot Bontang.

“Olehnya problem ini sangat serius bagi kami, sebab penanganan banjir adalah harapan masyarakat Bontang bertahun-tahun, kami sebagai mahasiswa Bontang harus memberikan sinyal peringatan kepada DPRD jangan sampai harapan itu menjadi terabaikan,” tuturnya.

Yusril menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk menyerukan aksi tuntutan kepada pemimpin daerah dan wakil rakyat karena telah gagal mengatasi polemik banjir yang kian parah tersebut.

“Kami tak diam melihat persoalan ini. Mungkin dengan sedikit teriakan akan membuat para pemangku kebijakan terketuk hatinya untuk kemudian mendengar jeritan masyarakat yang menjadi korban banjir,” tegasnya. (*)

  • Bagikan