Pesona Pulau Beras Basah Bontang

  • Bagikan

Eloknya pasir putih yang terhampar bagai karpet yang lembut. Di tengah pulau berdiri mercusuar setinggi 15 meter yang berfungsi untuk navigasi kapal. Pulau Beras Basah menawarkan pengalaman liburan yang akan membekas di ingatan. Mulai dari pemandangan hingga aktivitas yang dapat dilakukan menjadi pilihan refreshing yang berharga.

Area pulau terbuka setiap hari untuk umum. Di akhir pekan atau pada hari perayaan besar akan banyak wisatawan memadati pulau ini.
Pulau yang berdiri di tengah perairan Selat Makassar ini menyimpan banyak harta karun. Wisatawan nusantara bahkan mancanegara berbondong-bondong untuk menikmati kekayaan alam milik Kalimantan ini. Beragam daya tarik dan aktivitas dapat dilakukan di pulau ini untuk mengisi liburan.

Nama Pulau Beras Basah berasal dari cerita dahulu kala oleh masyarakat setempat. Bermula dari kapal yang berlayar dari Pulau Selebes atau Sulawesi menuju Bontang di Borneo. Kapal tersebut mengangkut karung berisi ribuan ton beras.

Naasnya, sebuah ombak besar menghantam kapal pengangkut beras tersebut. Karamnya kapal mengakibatkan berton-ton beras yang diangkut tumpah berceceran menutupi sebagian permukaan air. Karena perairan yang dangkal, sebagian beras muncul di atas permukaan air menyerupai gundukan. Yang lama-lama berubah menjadi pulau berpasir putih seperti beras dan selalu basah dikelilingi lautan.

Menikmati Alam Pulau

Pengunjung akan disambut indahnya laut biru ketika menuju Pulau Beras Basah dengan kapal. Airnya yang jernih membuat pengunjung dapat melihat dasar laut yang ditutupi tumbuhan-tumbuhan hijau. Sesekali terlihat ikan-ikan kecil yang berenang-renang di bawah sana.

Baca Juga :  Kemenparekraf, Wisata Kemanusiaan Solusi Dimasa Pandemi Covid-19

Sesampainya di pulau pengunjung akan disambut pulau berpasir putih. Mercusuar yang menjulang di tengah pulau seolah menjadi tugu yang semakin memperindah panorama. Pepohonan yang tumbuh rindang melambai-lambai ditiup angin dan mempersejuk udara. Di sore hari menjelang malam pengunjung dapat menikmati sunset dari pulau ini.

Beberapa pulau-pulau kecil dapat terlihat dari pulau ini. Pulau-pulau tak berpenghuni itu ditumbuhi pohon bakau yang hampir memenuhi seisi pulaunya. Menciptakan lingkungan mangrove yang asri dan alami.

Menyelam Di Pulau Beras Basah

Bagi penggemar kegiatan snorkeling dan diving, pulau ini menjadi destinasi yang layak disambangi. Tak hanya pulaunya yang menyimpan pemandangan alami. Dasar lautnya juga memiliki kekayaan biota laut yang indah untuk dinikmati. Para nelayan pencari ikan menjaga ekosistem laut tersebut supaya tetap asri.

Terumbu-terumbu karang yang cantik berwarna-warni akan menyambut penyelam yang datang. Beberapa terumbu karang adalah hasil cangkokan yang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Bontang. Terumbu-terumbu karang tersebut merupakan habitat bagi ikan-ikan kecil yang juga tak kalah eloknya. Sekaligus menjadi tampilan utama yang menciptakan pemandangan taman laut.

Kawasan Fotografi yang Memukau

Tentu saja keindahan-keindahan yang dimiliki alam bagai kail pancing bagi penggemar fotografi. Pemandangan alam di Pulau Pantai Beras merupakan daya tarik bagi pengunjung yang selalu sedia kamera. Mulai dari atas pulau hingga bawah lautnya menawarkan berbagai spot fotografi yang mempesona.

Baca Juga :  PUTRI Kaltim Sambut Baik Kegiatan Coaching Clinic Pelayanan Perizinan Sektor Pariwisata

Spot utama yang sering menjadi incaran ialah surga bawah laut dan pemandangan matahari terbenam. Untuk mendapatkan spot bawah laut harus dilakukan dengan menyelam atau berenang ke tengah perairan. Untuk pengunjung yang tidak ingin masuk ke dalam air dapat menunggu ketika senja datang. Cahaya jingga yang terpancar saat matahari hendak ditelan horizon adalah penampakan surganya langit.

Kawasan pantainya juga layak untuk dimasukkan koleksi jepretan. Pasirnya yang putih dan pepohonan rindang di tengah pulau hingga mercusuar yang menjulang tidak kalah menariknya. Di kawasan Pulau Beras Basah juga terdapat fotografer yang memberikan jasa foto. Hasil jepretannya bisa langsung jadi dan pengunjung cukup membayar Rp20.000 untuk menerima hasilnya.

Menikmati Terik Matahari yang Terasa Segar

Hamparan pasir putih dan air biru kehijauan
Berjemur menikmati cahaya matahari menyegarkan di permukaan pantai Pulau Beras Basah. Foto: instagram/premkan
Meski matahari bersinar dengan teriknya, udara sejuk yang segar akan mengurangi rasa panas yang dirasakan. Pengunjung masih dapat merasakan suasana dengan nyaman bersama keluarga maupun teman. Hembusan angin segarnya seolah membawa terbang segala penat yang dirasa.

Banyak pengunjung menikmati berjemur di pesisiran pantai sambil mandi cahaya matahari di pagi hari. Jika tak tahan dengan panasnya dapat mencebur dan berenang di perairan kawasan pantai. Pengunjung yang ingin berpiknik dapat mencari spot di dekat pepohonan untuk mencari tempat teduh.

Wahana Permainan

Baca Juga :  KASUS COVID-19 MENINGKAT. Wisatawan Berkunjung di Beras Basah Melonjak

Pulau Beras Basah juga menyediakan beberapa wahana yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pengalaman liburan. Mulai dari wahana udara, bawah laut, hingga di atas laut. Ada wahana yang menantang adrenalin atau dapat dinikmati dengan santai. Semua wahana memiliki tarif biaya yang cukup terjangkau.

Bagi yang ingin menikmati sensasi terbang dapat mencoba paraceiling. Pengunjung yang menyukai sensasi ditelan perairan tentu harus mencoba snorkeling. Banyak spot snorkeling yang menyuguhkan surga bawah laut untuk dinikmati dan diabadikan kamera. Jika takut dengan ketinggian atau menyelam, pengunjung masih bisa merasakan berseluncur di atas laut dengan banana boat.

Fasilitas

Di sekitar Pantai Pulau Beras Basah disediakan gazebo, mushola, ruang ganti, dan toilet. Semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara bebas dan gratis oleh pengunjung. Di tengah pulau juga terdapat pondok luas yang biasanya digunakan untuk tempat menitipkan barang.

Lokasi Pulau Beras Basah Bontang
Secara administrasi pulau ini berada di bawah pemerintah Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Terletak di Selat Makassar timur bagian Pulau Kalimantan. Untuk menuju pulau ini terdapat beberapa akses yang dimulai dari dermaga atau pelabuhan Kota Bontang.

Akses paling cepat untuk mencapai pulau ini adalah melalui dermaga badak NGL menggunakan speedboat. Menempuh waktu sekitar kurang lebih 15 menit. Akses lainnya yaitu melalui Dermaga Tanjung Limau dan Tanjung Laut Kota Bontang. Menggunakan kapal mesin dan menempuh waktu kurang lebih satu jam.

  • Bagikan