Peran Ulama Menjadi Penting dalam Membangun Sinergitas Akhlak dan Martabat Bangsa

  • Bagikan
ASWAN NASUTION

Pernahkah Anda melihat umat yang berakhlak dengan kekuatan spritual ini kemudian kalah dari musuhnya?

Pernahkah Anda lihat satu pasukan di mana personel tentaranya berakhlak dengan akhlak yang kuat kemudian berada di ambang kekalahan?

Pernahkan Anda lihat suatu masyarakat yang dihiasi dengan akhlak kemudian kerusakan menyerangnya?

Demi Allah yang mengutus Rasulullah, jika hari ini kita memiliki akhlak itu dalam peperangan melawan Israel, maka kita akan mampu mengalahkan mereka sekejap mata.

Kendati kita hanya memiliki separoh dari persenjataan dan perlengkapan mereka.” (Disarikan dari kitab, “Ahkamu Shiyam wa Falsafatuhu fi Dhau’il Qur’an wa Sunna”, Dr. Mustafa As-Siba’i).

AKHLAK yang mulia menjadi kunci Rasulullah SAW dalam menyebarkan dakwah Islam untuk membangun martabat suatu kaum dan bangsa.

Untuk itulah, akhkak menjadi salah satu kunci penting kesuksesan di dalam membangun sebuah umat dan bangsa.

Dengan kata lain “Jika ingin sukses membangun suatu bangsa yang berharkat dan bermartabat hendaknya terlebih dahulu membenahi akhlaknya”.

Banyak para Ulama berpendapat, “Bahwa martabat suatu bangsa ditentukan oleh akhlak dan jati dirinya.

Jika orang Indonesia sudah kehilangan akhlak dan jati dirinya, maka hancur pulalah Indonesia sebagai bangsa”.

Selanjutnya masih ungkapan para ulama, “Martabat bangsa tergantung akhlaknya, kalau akhlaknya bagus, maka martabat bangsa juga bagus. Sebaliknya kalau akhlaknya hancur, maka hancur pula harkat dan martabat bangsa ini.”

Peran Ulama sangat penting dalam membangun sinegritas akhlak dan martabat bangsa ini.

Peran ulama sebagai pewaris nabi, sangat tepat dijadikan contoh dan acuan untuk menjadi publik figur.

Rasulullah SAW menegaskan dalam salah satu haditsnya, “Ulama adalah pewaris para Nabi.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi).

Kita dapat mencontoh bagaimana keteladanan para ulama, akhlak hinga keihklasan dan kegigihan mereka dalam kanca perjuangan dan sebagai agen pembangunan akhlak di tengah-tengah umat.

Lalu bagaimana seharusnya kita lakukan dalam memperbaiki akhlak umat dan bangsa ini, guna mencapai suatu bangsa yang berharkat dan bermartabat sebagai cita-cita dan harapan kita semua.

Adalah dengan agama, agama akan mengisi jiwa seseorang untuk berakhlak dengan jiwa iman dan takwa kepada Allah SWT.

Inilah akhlak para Rasul, para Nabi para sahabat, para Ulama, pemimpin umat terdahulu dan sekarang.

Akhlak iman dan takwa akan merubah jiwa penakut menjadi jiwa pemberani karena benar, akan mendidik jiwa jujur dan dapat dipercaya.

Akhlak, iman dan takwa kepada Allah akan membentuk jasmani yang lemah menjadi seorang yang kuat dan gagah perkasa.

Jiwa akhlak yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT akan menyirnakan jiwa putus asa menjadi penuh harapan, akan merubah jiwa yang kasar dan sombong menjadi jiwa yang lemah lembut dan jiwa yang kasih sayang.

Akhlak, iman dan takwa kepada Allah, adalah pendorong seseorang menjadi seorang pemimpin dalam segala kegiatan organisasi dengan teratur, tersusun rapi dan bersih.

Akhlak, iman dan takwa kepada Allah adalah seseorang yang berani bertanggung jawab atas tugasnya kepada negara, bangsa dan agama, ikhlas karena Allah SWT.
Aamiin ya rabbal a’lamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.
Wassalam.

Penulis adalah Alumni 79′ Al-Qismul ‘Aly Al Washliyah, Isma’iliyah, Medan, Sumatera Utara. Berdomisili di Pulau Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

  • Bagikan