Peran Kepeloporan PKT Buahkan Hasil, Majukan Mitra Binaan Hingga Raih Berbagai Penghargaan

  • Bagikan
Ibu Asma, warga Bontang yang berprofesi guru kini sukses menjadi pengusaha tanaman herbal melalui program mitra binaan PT Pupuk Kaltim.

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui skema penerimaan tenaga kerja, namun juga turut aktif mendorong masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha melalui program mitra binaan.

Asma, seorang ibu rumah tangga tidak pernah menyangka hobi bercocok tanam yang digelutinya sejak dahulu berbuah manis. Tidak hanya untuk Asma dan keluarga, namun juga bagi warga sekitar.

Istri dari Paku Alam ini mengisahkan awal mula dirinya dilirik oleh Pupuk Kaltim sebagai mitra binaan tahun 2016 silam, hingga akhirnya resmi menjadi mitra binaan tahun 2017.

Tidak hanya sekedar menawarkan, anak dari perusahaan Pupuk Indonesia ini turut mendistribusikan bibit serta pembuatan green house.

“Saya sudah mulai menanam tahun 2018, dan mulai berbuah. Dan kami mulai produksi pertama minyak gosok,” ujar Asma mengenang kisahnya.

Asma menuturkan dengan bantuan green house serta bibit itulah, ia bersama suaminya membuat taman-taman obat, “taman obat keluarga,” sebutnya.

Dinamainya taman obat keluarga karena mulanya memproduksi resep obat keluarga.

Meski tak berarti mudah, namun bercocok tanam, kata Asma bukanlah termasuk perkara sulit. Selain ilmu yang turun-temurun, menanam juga tidaklah terlalu menyita waktu.

Berkat itu semua, Ibu Rumah Tangga yang juga seorang Guru semua bidang studi ini mampu menjadi pengusaha minyak gosok dengan omset 40 juta perbulan melalui ‘Minyak Urut Makrifah Herbal’.

Tidak pernah disangka, pengembangan tanaman toga yang digelutinya kini berada di dua lokasi. Hebatnya, satu RT sudah menjadi kampung toga.

“Saat ini sudah tergabung sebanyak 26 anggota, 80 persen anggota adalah perempuan dan jenis usahanya mulai dari catering, spa, cafe dan yaman edukasi dan lain-lain,” bebernya.

Karena usaha itulah, 3 tahun merintis di tahun 2019, perempuan kelahiran 1973 sudah melaksanakan ibadah umrah. Rasa syukur, tak habis diucapkannya.

Asma sadar kesuksesan yang diraihnya tak lepas dari statusnya sebagai mitra binaan Pupuk Kaltim. Mulai dari uji kompetensi, sampai pemasaran semuanya dibiayai oleh perusahaan plat merah itu.

Hingga saat ini, Asma mengklaim bahwa pemasarannya sudah sampai 32 kota di Indonesia dan juga luar negeri, yaitu Arab Saudi. Untuk prestasi sendiri, tak perlu dipertanyakan lagi.

Banyak prestasi yang didapatkan, mulai dari penghargaan dari Dinas Kesehatan, Masyarakat Peduli Kesehatan, Lomba Pemanfaatan Toga, Lomba Pemanfaatan Pekarangan, hingga mendapat penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan.

Terang saja, prestasi dari Ibu Asma serta kepeloporan PT Pupuk Kaltim mendapatkan acungan jempol dari pemerintah kota Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengakui sejauh ini Pupuk Kaltim memiliki kontribusi besar bagi pemberdayaan masyarakat.

Dengan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki PT Pupuk Kaltim, Najirah berharap mampu menopang program pemerintah kota Bontang melalui pemberdayaan masyarakat.(Risale/adv)

  • Bagikan