Penjaringan Direktur Perumda AUJ, Ketua BEM Unijaya Tuntut Keseriusan Pemkot

  • Bagikan
Yusril Ihza Mahendra Ketua BEM Universitas Trunajaya

BONTANG – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunajaya (BEM Unijaya) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait penjaringan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha dan Jasa (AUJ).

“Ada dua hal yang wajib diperhatikan, dan digarisbawahi dalam seleksi ini. Mengingat perumda didirikan tujuannya menambah PAD,” kata Yusril, Kamis (24/02/2022).

Pertama, posisi direktur harus diisi oleh orang memiliki track record yang jelas. Memiliki kemampuan dalam pengelolaan, sehingga tidak lagi menjadi beban APBD.

“Perumda AUJ disuntik oleh anggaran APBD yang berasal dari masyarakat melalui pajak yang dibayarkan. Kalau salah kelola, yang niatnya kas daerah bisa untung justru malah buntung,” imbuhnya.

Dia mengingatkan catatan buruk pengelolaan perumda AUJ beserta beberapa anak perusahaannya. Dimana Kejari Bontang justru disibukkan dengan mengurus banyaknya kasus tipikor terkait perusahaan plat merah ini.

“Hal ini menjadi rambu-rambu peringatan bagi kepala daerah untuk lebih selektif, profesional, dan transparan lagi dalam menangani persoalan perumda AUJ,” ungkapnya.

Kedua, terkait adanya syarat khusus yang harus dipenuhi oleh para calon direktur perumda AUJ yang tertuang dalam surat pengumuman seleksi tim pansel pemkot.

Salah satu diantaranya, mewajibkan para pendaftar membuat surat pernyataan tidak pernah terjerat tindak pidana korupsi. Meski demikian, Yusril memandang surat tersebut tak menjamin untuk dikemudian hari.

“Lalu, bagaimana dengan penunjukan direktur anak perumda AUJ yang jelas-jelas berstatus sebagai tersangka oleh Kejari Bontang? Nyatanya tetap bisa menjabat kok,” ujar Sekretaris Umum HMI Bontang ini.

Menurutnya, ada kekeliruan berupa penerapan standar ganda dalam penunjukan pucuk pimpinan perusahaan daerah.

“Seharusnya kepala daerah menyoal penunjukkan tersebut, bukan seolah-olah memberikan kesempatan kepada orang yang berpotensi terdakwa dikemudian hari,” lanjutnya.

Yusril pun mengingatkan kejadian tersebut mestinya menjadi evaluasi dalam melakukan fit and proper test kepada calon direksi perumda AUJ.

“Keterlibatan masyarakat serta keseriusan pemerintah menjadi ujung tombak dalam proses seleksi ini agar menghasilkan pimpinan yang profesional, bersih, berpengalaman serta tidak memiliki rekam jejak yang buruk,” pungkasnya.

  • Bagikan