Pemerintah Akan Evaluasi Penataan Pasar Tamrin, Pedagang Minta Dipercepat

  • Bagikan
Loron Pasar Tamrin Masih Terlihat Sepi Penunjung (Rifqi/Jurnaltoday.id)

BONTANG – Rencana Pemerintah Kota Bontang melakukan penataan ulang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), mendapatkan respons baik dari pedagang.

Pasalnya, pasar yang diklaim memiliki konsep mall ini, tidak sesuai dengan harapan pedagang. Misalnya untuk menarik pelanggan berbelanja.

Thamrin, salah satu pedagang sembako mengatakan, saat ini dirinya hanya bisa bersabar menunggu pembeli yang mampir.

“Soal rencana pengaturan ulang pasar saya kurang tahu, yang pasti saya berharap agar pemerintah bisa mencarikan solusi untuk pedagang,” ungkap Thamrin saat ditemui awak media, Kamis (20/05/2021).

Baca Juga :  Wajibkan Pakai Batik Lokal, Wali Kota : Saya Kasih Kelonggaran Sebulan Lagi

Dulu saat berjualan di pasar sementara pemasukan bisa menembus angka satu juta per harinya.

“Dulu ya segitu penghasilan, namun saat di pasar baru kadang 200 ribu saja perhari itu sangat sulit untuk di dapatkan, mana setiap bulannya harus membayar cicilan di koperasi,” ungkapnya.

Pemasukan kian menurun di setiap harinya, namun tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjualan. Kondisi sepi pelanggan ini sudah berjalan dari awal berjualan pada 2019 lalu.

Baca Juga :  Resmikan Formasi Barunya, Basri Rase Bersama Bunda Najirah Mantapkan Langkah Menuju KPUD Bontang

“Ya mau gimana, harus tetap bertahan, jika tidak maka keluarga mau makan apa,” lanjut Thamrin.

Harapannya pemerintah bisa mendengarkan aspirasi pedagang. Jangan sampai keadaan sulit ini akan terus dirasakan oleh pedagang.

“Kalau mau pasar ramai , pemerintah harus berani tertibkan pedagang yang berjualan di sepanjang jalan menuju pasar, karena pastinya pembeli akan memilih berbelanja disana ketimbang di pasar baru,” sambungnya.

Baca Juga :  Berbeda Namun Tak Menghilangkan Esensi, Perayaan HUT RI Ke 75 Di Kota Bontang di langsungkan di jalan Raya

Fuad salah satu pembeli, juga menyampaikan bahwa dirinya lebih memilih berbelanja di pinggir jalan KS Tubun. Karena akses yang dinilai mudah.

“Kalau belanja di pinggir jalan, tidak perlu naik tangga jauh-jauh untuk berbelanja,” ungkapnya.

Reporter : Muhammad Faridzul Rifqi

  • Bagikan