Nilai Perusahaan Tak Profesional, Kades Kaliorang Minta Segera Diusut

  • Bagikan
Supriyanto, S.TP, Kepa Desa Kaliorang, Kutai Timur.

SANGATTA – Proyek Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut CPO, Maloy, Kabupaten Kutai Tmur, TA 2018-2019 meninggalkan masalah bagi masyarakat sekitar, dan harus segera diusut sesuai aturan hukum yang berlaku.

Hal itu dikemukakan langsung oleh kepala desa Kaliorang Supriyanto yang menyebutkan adanya pipa pancang baja yang masih tersisa dari pengerjaan proyek ini.

Supriyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak perusahaan untuk mengklarifikasi adanya beberapa batang pipa pancang yang ditemukan di sekitar lokasi proyek, namun belum ditanggapi.

Menurutnya, bahkan secara teknis jika pipa pancang tersebut merupakan sisa pengadaan pipa pancang baja setelah selesainya pelaksanaan pekerjaan, cara penyimpanannya pun telah menyalahi aturan.

“Kesannya sengaja disembunyikan dibawah air disekitar lokasi proyek. Saat kita hubungi, mereka bungkam tidak memberikan keterangan apapun,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Supriyanto juga turut menyoroti hal lain terkait pelaksanaan pengerjaan yang menurutnya tidak dikerjakan pemenang tender, melainkan pihak luar melalui skema kerja sama internal antar perusahaan.

“Ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah pusat dan daerah jika indikasi dugaan korupsi yang telah merugikan negara dan masyarakat sekitar terkesan tak tersentuh oleh hukum atau kebal hukum, terlebih pembangunan proyek tersebut berada di wilayah KEK Kaltim,” jelasnya.

Dirinya menegaskan akan tetap menindaklanjuti permasalahan ini hingga menemukan kejelasan, dan pihak terkait bertanggung jawab sesuai aturan hukum.

“Agar ke depannya tidak ada lagi pihak perusahaan jasa konstruksi dari luar daerah yg bermain-main dalam pelaksanaan kegiatan proyek untuk keuntungan pribadi, namun berdampak merugikan negara pada umumnya, dan masyarakat sekitar khususnya,” tutup Supriyanto.

  • Bagikan