Nahkodai LMND Samarinda, Dandy Wijaya Kawal Poros Politik Anti Oligarki

  • Bagikan
Dandi Wijaya (memegang bendera) mantan Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Mulawarman terpilih sebagai Ketua Eksekutif Kota LMND Kota Samarinda

SAMARINDA – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Samarinda melaksanakan Konferensi Kota, bertempat di Jalan Markisa No. 48 Kota Samarinda.

Dalam agenda yang digelar selama dua hari tersebut, berbagai isu dan program perjuangan didiskusikan.

“Tak luput juga pembacaan situasi kekinian bangsa, khususnya pembacaan tentang dunia pendidikan di kampus-kampus dimana ada basis atau komisariat LMND,” ucap Ketua Panitia Dede Wahyudi.

Pada sesi pemilihan, Dandi Wijaya yang merupakan mantan Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Mulawarman terpilih sebagai Ketua Kota Eksekutif Kota Samarinda.

“sebenarnya ada 3 kandidat yang diusulkan dalam forum konferkot ini dan Bung Dandi unggul jauh dari kedua kandidat lainnya,” ungkap Deny sebagai Ketua demisoner LMND Samarinda.

Konferkot ini dibuka secara resmi oleh Udin Rizky (Jubir PRIMA Kaltim). Dalam sambutannya Udin Rizky meminta agar LMND menciptakan kader-kader tangguh yang menjiwai nilai-nilai pancasila.

“Tetap progresif dan berkomitment terus terhadap perjuangan rakyat,” pesan Bung Udin, sapaannya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu Dandi Wijaya, Ketua Eksekutif Kota LMND Kota Samarinda terpilih mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya agenda yang digelar sejak tanggal 25 hingga 27 Maret 2022 tersebut.

Dandi menjelaskan bahwa agenda yang mereka gelar tersebut berlangsung dengan sangat sederhana. Meski demikian, dengan semangat kolektif agenda Konferensi Kota bisa berlangsung hingga tuntas.

“kami tak punya anggaran cukup sebenarnya, ya terpaksa para peserta konferkot bergotong-royong, dan alhamdulillah peserta tetap antusias,” ungkap Dandi Wijaya.

Dandi menyebutkan ada beberapa program politik yang berkembang dalam forum konferkot, salah satunya yang menjadi sentral atau titik fokus pengerjaan kedepan LMND Samarinda adalah ‘Poros Politik Anti Oligarki’.

“Dalam pandangan kami, sengkarutnya situasi ekonomi politik bangsa ini akibat dari cengkraman oligarki yang semakin kuat, harusnya negara melindungi yang lemah (rakyat biasa) dan membatasi kuasa segelintir elit (oligarki), tapi nyatanya negara tak berbuat itu,” papar Dandi lagi.

  • Bagikan