Menunaikan Haknya Kepada Sesama

  • Bagikan

SIAPA PUN tahu Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Maka, perilaku dan tindakan sudah sepantasnya sebagai warga negaranya mencerminkan pribadi yang berakhlak mulia (akhlak al-karimah); saling menyayangi, saling menghormati, ramah, dan santun.

Tak hanya sesama Muslim, meskipun demikian juga.

Namun, acap kali yang terjadi jauh dari yang demikian.

Pemandangan hujat-menghujat, saling hina, dendam, hasut, dan merendahkan kelompok lain acap kali menghiasi panggung Indonesia.

Jika memiliki lebih jauh pada sumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an dan Sunnah, mungkin saja ada beberapa faktor mendasar mulai dari setiap jiwa pemeluk agama Islam yang paling penting ini.

Salah satu ajaran yang mulai terkikis itu adalah penunaian hak sesama Muslim.

Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW membahasakan hak kewajiban antar sesama Muslim itu ada enam.

Yaitu, saling mengucapkan salam, menunaikan undangan, saling menasihati, saling mendoakan, menjenguk saat sakit, dan menshalatkannya meninggal dunia. (HR. Muslim).

Andai saja penduduk yang ini, menunaikan haknya kepada sesama, niscaya kedamaian, cinta kasih, ketenteraman dan kehormonisan sebuah bangsa akan terus terjaga.

Minimalnya satu saja di antara yang enam hak di atas ditunaikan; yaitu memberi ucapan salam.

Saling tegur sapa dan memberi salam adalah salah satu kunci untuk menjaga hubungan baik, siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

“Saling berucap salamlah kalian, yang muda kepada yang lebih tua, yang berjalan kepada yang sedang duduk dan yang sedikit kepada banyak orang.” (HR. Bukhari Muslim).

Salam, dalam ajaran Islam, mengandung pesan yang sangat mendalam.

Pada saat kalimat ini terlontar dari lisan seorang Muslim, maka doa tengah dipanjatkannya untuk Muslim yang disalaminya.

Ketika salam itu berbalas, doa itu adalah diri kita. Malaikat yang mendengarkan, akan mengamininya. Sungguh Indah lontaran sebaris salam!

Dan akan lebih elok rasanya, di samping lapisan salam berpapasan, ada satu pesan agung lagi dari Nabi SAW yang teramat sayang jika kita abaikan. Yaitu, berjabat tangan.

Rasulullah SAW mengemban ummatnya antar sesama sesama agar berjabat tangan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud RA menyebutkan, “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan diampuni dosanya sebelum berpisah.”

Nashrum minallahi wa fahthun qariib wa basysyiril mukminin.

Wallahu a’lam bish shawab.


 

Baca Juga :  Al Jam'iyatul Washliyah Berjuang Membela Kaum Dhuafa
  • Bagikan