LIPPSU : Apresiasi Kesigapan Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Pengunjung di Danau Lau Kawar Tanah Karo Sumut

  • Bagikan
Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A. M Sinik

MEDAN – Kesigapan aparat kepolisian melakukan penangkapan terhadap 2 pelaku utama peristiwa penganiayaan satu keluarga oleh puluhan pemuda di kawasan wisata Danau Lau Kawar Simpang Empat, Tanah Karo, mendapat apresiasi dari LIPPSU.

Melalui Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A. M Sinik mengapresiasi kesigapan aparat, dirinya juga memberikan komentar keras atas kejadian yang menurutnya telah merusak budaya karo yang ramah dan santun serta merusak dunia kepariwisataan daerah Sumut.

“Perilaku ini jelas seperti teroris yang mengganggu kenyamanan masyarakat yang akan berkunjung ke daerah pariwisata,” kecam Azhari Sinik.

Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan tentu dapat mengancurkan budaya karo yang ramah dan kepariwisataan daerah Sumut.

“Jelas ini tidak aman dan pengunjungpun tidak akan datang ke lokasi wisata di Sumut,” ungkapnya, kepada Jurnaltoday di Medan, Minggu (16/05/2021).

Kapolsek Simpang Empat, AKP Ridwan Harahap, membenarkan penangkapan pelaku utama pengeroyokan. Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan Kapolda Sumut, Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak yang mengusung konsep Presisi.

Baca Juga :  LIPPSU: Menyayangkan kurang jernihnya Gubsu mengangkat Pjs Rangkap Jabatan

Ridwan Harahap menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menunggu hasil visum dari rumah sakit.

“Masih dalam pemeriksaan saksi saksi dan menunggu hasil VER dari RS dan perkaranya tetap diproses sesuai hukum yg berlaku,” terangnya Jurnaltoday di Medan, Minggu (16/05/2021).

Ditambahkannya, Polsek Simpang Empat tak main-main dalam menuntaskan kasus penganihayaan yang mengakibatkan satu keluarga babak belur, serta meninggalkan trauma pada anak-anak ini.

Peristiwa penganiayaan ini bermula saat Ade Chandra (44) warga Jalan Mesjid, Kelurahan TL Mulgap, Berastagi bersama keluarga mertuanya bermaksud hendak berswa foto lebaran di pinggiran Danau Lau Kawar.

Tepat di pos pintu masuk Danau Lau Kawar, kendaraan mereka dihentikan oleh beberapa pemuda, diantaranya Nefra Sitepu, anak seorang oknum kepala desa Sukanalu, Kecamatan Naman Teran.

Mereka pun diminta membayar uang masuk sebesar Rp.35.000. Namun, permintaan tersebut tak langsung diamini Ade Chandra dengan menanyakan karcis masuk.

Tak kunjung menerima karcis bukti retribusi ke pihak pemerintah, salah seorang keluarga Ade Chandra berkomentar dengan menyebut itu merupakan pungli. Hal itu lantas membuat emosi Nefra Sitepu dan kawan-kawan.

Baca Juga :  Akhyar-Salman Ziarah ke Makam Pendiri Al-Washliyah

“Kalau tidak mau bayar, ya sudah putar balik aja, karena siapun yang mau masuk ke kawasan Danau Lau Kawar harus bayar uang sama kami,” sahut Nefra.

“Kalau gitu kalian ini pungli,” kata keluarga korban lagi.

Adu mulut ini pun mengundang kehadiran belasan pemuda yang membawa berbagai senjata tajam berupa pacul, kayu, besi, bambu ke arah 2 mobil keluarga Ade Chandra.

Dalam kondisi bersitegang, para pemuda memaksa sopir keluar dan melakukan penganiayaan. Hal tersebut membuat keluarga lainnya di dalam mobil turun, termasuk mertua korban.

Maksud hati hendak melerai, namun mertua korban yang berusia 63 tahun malah turut jadi korban. Bahkan, berulang kali mertua korban menyampaikan kata maaf ke para pemuda. Tapi tak digubris. Puluhan pemuda malah makin beringas.

Aksi para pelaku sempat direkam istri Ade Chandra. Tapi malang, para pelaku sepertinya menyadari dan merampas hp milik istri Ade Chandra.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Apresiasi Pelantikan Pengda JMSI Sumut

Para pelaku pun meminta seluruh penumpang keluar dari dalam mobil. Namun, beruntung pintu berhasil dikunci untuk mengamankan anak-anak.

Tapi para pelaku memaksa membuka pintu mobil. “Sudah bakar saja mobilnya,” teriak para pelaku yang salah satunya diketahui anak seorang kepala desa, membuat wanita dan anak-anak di dalamnya ketakutan.

Terus terdesak, salah satu korban mengancam akan menelpon polisi. Hal itu kemudian membuat para pelaku menghentikan aksinya dan membiarkan Ade Chandra beserta keluarga pulang.

Akhirnya, Ade Chandra beserta keluarga bergegas menuju Polsek Simpang Empat untuk membuat laporan Polisi beserta pengambilan visum ET revertum ke Puskesmas Simpang Empat, Kab. Karo.

Tak butuh waktu lama, penangkapan pun dilakukan. Dua pelaku utama pengeroyokan tersebut diketahui bernama Nevrada Sitepu (NS) dan Gorce Andre Dwi Putra Sitepu (GADPS). Keduanya diciduk petugas di kediamanya di Kabanjahe.

Reporter : Hendra Thaher

  • Bagikan