KH Didin Hafifuddin: Batalkan Nama Gereja Pakai Nama KH Abdullah bin Nuh, Lecehkan Ulama

  • Bagikan
Ulama dan Cendekiawan Muslim Prof. Dr. KH Didin Hafifuddin

BOGOR – Ulama dan Cendekiawan Muslim Prof. Dr. KH Didin Hafifuddin meminta penamaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dengan menggunakan nama Ulama besar KH Abdullah bin Nuh dibatalkan.

“Saya berharap siapapun pihak yang mengusulkan pemberian nama KH Abdullah bin Nuh di jadikan nama Gereja, untuk segara membatalkan usulan tersebut. Ini pelecehan terhadap Ulama besar yang dimiliki oleh bangsa ini,” ungkap KH Didin Hafifuddin seorang Ulama asal Bogor, kepada Jurnaltoday, Kamis (17/06/2021).

Baca Juga :  Rakyat Bantu Rakyat, Spirit PRIMA Lembata Gotong-Royong Untuk Korban Banjir Bandang

KH Didin yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menilai penamaan tersebut merupakan tindakan pelecehan.

“KH Abdullah bin Nuh merupakan ulama besar yang memiliki kharisma yang diterima oleh masyarakat, tentu saja sangat besar jasanya bagi umat dan bangsa,” tegas KH Didin

Dipakainya nama beliau untuk salah satu jalan yang ada di Kota Bogor, hal ini merupakan pertanda bahwa jasa-jasa beliau yang luar biasa bagi bangsa ini.

Baca Juga :  Dinas SDA DKI Jakarta akan mengeruk 30-an Waduk untuk Penanggulangan Banjir

Sebelumnya Ketua Majelis Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan Bogor Krisdianto mengungkapkan akan memberi nama GKI dengan GKI Abdullah bin Nuh.

Menurut Krisdianto, bahwa jemaah bersepakat akan menamakan Gereja baru itu dengan GKI KH Abdullah bin Nuh. Hal itu sesuai dengan nama jalan yang terdapat di depan gereja tersebut, yang merupakan seorang ulama pejuang kemerdekaan di Bogor, dan juga pendiri Pesantren Al Ghozali. (*)

Baca Juga :  Kalau terpilih Akhyar-Salman Ingin Ubah Kebun Bunga Sebagai Sport Center Medan
  • Bagikan