Kebijakan Holding BUMN Ultra Mikro Perlahan Hancurkan Koperasi Milik Masyarakat

  • Bagikan

JAKARTA – Koordinator Koalisi Tolak Holding BUMN Ultra Mikro Suroto mengungkapkan bahwa rencana kebijakan holding ultra mikro, dapat dipastikan akan mematikan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) termasuk koperasi yang dimiliki oleh masyarakat.

“Kebijakan Holding BUMN tersebut dapat dipastikan akan menghancurkan lembaga-lembaga keuangan milik masyarakat, seperti koperasi, LKM, dan Baitul Mal Watamsil yang selama ini berkonsentrasi, membangun kelompok usaha mikro,” ungkap Suroto dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (21/06/2021).

Suroto juga mengucapkan, jika holding ultra mikro dapat terbentuk, maka masyarakat kecil akan semakin kesulitan mempertahankan aktivitas ekonomi mereka, apalagi saat dilanda krisis ekonomi. Kehadiran holding ultra mikro akan menutup akses masyarakat untuk memperoleh kredit.

Menurutnya, kebijakan holding tersebut tentunya akan memunculkan penyeragaman kelembagaan keuangan, dan dipastikan lembaga keuangan milik pemerintah akan mendominasi lembaga keuangan yang ada.

“Pemerintah seharusnya dapat memperhatikan, mana lembaga keuangan yang dimiliki oleh masyarakat yang sudah berdiri eksis cukup lama. Hal ini harus dakui mereka sebagai instrumen penting dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat kecil,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah aktivis dan organisasi sipil mendeklarasikan diri dengan membentuk Koalisi Masyarakat sipil. Dengan tujuan tegas menolak rencana kebijakan holding BUMN ultra makro beberapa waktu yang lalu.

“Kami menilai bahwa rencana holding ultra mikro ini, merupakan program yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi ekonomi. Yang seharusnya menciptakan persaingan usaha yang sehat,” tegas Suroto. (*)

Penulis: Hendra ThaherEditor: Redaksi
  • Bagikan