Kalap, Mantan Istri Dekat dengan Pria Lain, Pria Bengalon Ngamuk di Kopdar Komunitas Motor

  • Bagikan
Ilustrasi

BONTANG – Fajri (30) bukan nama sebenarnya, terpaksa harus tersangkut kasus hukum. Warga Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur ini, kalap dan melayangkan bogem mentah ke pria yang ia duga mendekati mantan istrinya.

Fajri terbilang cukup berani, ia nekat mendatangi korban, yang saat itu menjadi peserta kopi darat (Kopdar) salah satu komunitas motor.

Dari pengakuan korban, yang diungkapkan Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko, melalui Kapolsek Bengalon, Iptu Slamet Riyadi, kegiatan kopdar itu, digelar di Jalan Mulawarman, Cafe Kampung Kita Desa Sepaso Barat Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutim, Sabtu (26/06/2021) lalu.

Baca Juga :  Viral Pemukulan Camat, Eko Wulandanu Serukan Perlawanan Terhadap Tambang ilegal

Di tengah kegiatan, korban dihubungi oleh Fajri, dan mengatur janji ingin bertemu. Korban lalu berjalan keluar, sambil tetap menerima telepon dari Fajri.

“Saat di pinggir jalan raya tiba-tiba korban diserempet menggunakan motor. Fajri turun dari motor dan langsung mendorong dada korban sambil berkata ‘Kamu bilang saya pengecut, kamu bilang saya banci’,” ungkap Iptu Slamet Riyadi, dalam rilis yang diterima media ini, Senin (28/06/2021)

Baca Juga :  Mantan Vokalis Drive Ditangkap Kasus Narkoba Oleh Polres Metro Jakarta Barat

Fajri langsung memukul ke arah wajah korban menggunakan tangan kosong berkali-kali hingga korban tersungkur kedalam paret pinggir jalan.

Rekan korban yang melihat, Hamzah dan Irfan langsung melerai penganiayaan itu. Seketika, peserta kopdar yang ada di dalam cafe, langsung keluar untuk menyaksikan keributan itu. Fajri pun langsung melarikan diri.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar pada bagian wajah dan atas kejadian tersebut, kemudian korban melaporkan ke Kantor Polsek Bengalon,” lanjut Iptu Slamet Riyadi.

Baca Juga :  Garda As Salam laksanakan Deklarasi Dukungan untuk Akhyar-Salman

Tak sampai berganti hari, polisi berhasil menangkap pelaku, yang rupanya justru bersembunyi di rumah mantan istrinya.

Saat dimintai keterangan, Fajri mengaku emosi. Katanya korban sering menghubungi mantan istrinya.

Namun, korban justru menampik hal itu. Rupanya, rekannya yang lain lah, yang intens berkomunikasi dengan mantan istri Fajri.

“Saat ini pelaku sudah diamankan, dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandas Iptu Slamet Riyadi. (*)

  • Bagikan