Jokowi ke Bumi Etam, Cipayung Plus Kota Samarinda Turun Layangkan Kritik

  • Bagikan

SAMARINDA – Kunjungan kerja presiden ke KALTIM bukan sekedar ceremoni, Cipayung Plus Kota Samarinda layangkan kritik terbuka.

Kepemimpinan presiden Joko Widodo memasuki periode kedua, setelah mengetuk palu IKN akan ditempatkan di salah satu kabupaten di KALTIM kini presiden kembali melakukan kunjungan kerja untuk meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda dan memantau pelaksanaan vaksinasi pelajar ditengah covid-19.

Dalam momentum ini, semua pihak melakukan upaya untuk memperlihatkan Samarinda seolah baik-baik saja mulai dari perbaikan jalan berlubang di beberapa titik hingga badan jalan dan taman kota dipermak agar terlihat indah.

Atas hal ini menuai kritik dari Cipayung Plus Kota Samarinda melalui aksi demonstrasi yang dilaksanakan di depan Universitas Mulawarman (23/08). A. Rifai selaku humas aksi menjelaskan pihaknya memiliki 4 tuntutan yakni ;
1.Hentikan eksploitasi industri ekstraktif dan segera jalankan UUD 1945 pasal 33 ayat 3
2. Evaluasi PPKM dan transparansi anggaran bansos covid-19
3. Mendesak pemerataan vaksinasi secara menyeluruh di Indonesia
4. Mendesak pemerintah memperbaiki sistem pendidikan dan membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka

Pihaknya juga menyampaikan, tuntutan ini lahir dari kondisi real di KALTIM. Bahwa industri ekstraktif seperti tambang batu bara,migas hingga industri ekspliotatif perkebunan sawit masih menjadi sumber utama bagi perekonomian KALTIM dan mengakibatkan kerusakan dan kehilangan ruang hidup masyarakat.

Perwakilan Aliansi Cipayung Plus ini juga menyampaikan, “kebijakan pemerintah RI harus dievaluasi terkait pelaksanaan PPKM,potensi Korupsi dana Covid hingga pelaksanaan vaksinasi yang saat ini sudah dijadikan persyaratan kegiatan masyarakat” ia juga menambahkan “dalam kondisi pandemi ini, pendidikan adalah hal terpenting yang harus menciptakan generasi penerus yang baik namun dengan kebijakan yang tidak tepat ini pendidikan masyarakat terganggu hingga dibutuhkan segera perbaikan sistem dan segera laksanakan program belajar tatap muka”. (*)

Penulis: RicardoEditor: Redaksi
  • Bagikan