Islam Sangat Menghormati Hak-Hak Perempuan

  • Bagikan
ASWAN NASUTION

“Perempuan dan laki-laki punya kedudukan yang sama dalam hal ketaatan ketika menjalankan hukum-hukum Allah SWT.”

DALAM Islam, Nabi SAW telah meletakkan dasar-dasar penghormatan terhadap hak-hak perempuan.

Beliau menegaskan, mulia tidaknya seseorang dalam pandangan Allah, salah satu ukurannya ialah ada atau tidaknya rasa hormat kepada perempuan, khususnya kaum ibu.

Beliau juga meminta umatnya agar anak perempuan diberi perhatian khusus. Kata Nabi:

“Lelaki mana saja yang mempunyai anak perempuan lalu memberi pelajaran kepadanya, maka hendaknya ia memberi pelajaran dengan cara yang baik kepadanya. Demikian pula jika ia mendidiknya, maka hendaklah ia memberi pendidikan dengan cara yang baik kepadanya.”(HR. Ahmad).

Dalam hal menghormati perempuan sebagai ibu, Rasulullah memberi tuntunan agar setiap anak menghormati dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Namun harus mendahului hormat dan baktinya itu kepada ibunya, “Siapakah orang yang lebih berhak untuk kusantuni terlebih dahulu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu, dan barulah kemudian kepada ayahmu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Penghargaan demikian tidak berlebihan mengingat setiap insan lahir ke dunia ini pasti melalui perantaraan seorang Ibu.

Penghargaan itu juga harus dipahami bahwa asas kesuksesan dalam rumah tangga sesungguhnya juga dimulai dari keberadaan seorang Ibu.

Hubungan yang harmonis antara suami-istri dalam rumah tangga adalah suatu kondisi yang harus diciptakan.

Seorang suami, betapapun ia itu adalah pemimpin kaum Ibu dalam rumah tangganya, mereka mempunyai tanggung jawab untuk memperlakukan istri secara baik, penuh pengertian dan kasih sayang.

Sebaliknya, setiap ibu dalam kedudukannya selaku istri, juga mempunyai tanggung jawab agar suami tetap melimpahkan kepercayaan padanya, yang akhirnya semakin menumbuhkan kasih sayang.

“Perempuan-perempuan yang baik ialah yang patuh menjaga dirinya di belakang suaminya, sebagaimana yang diperintahkan Allah.” (QS. An-Nisa’: 34).

Ajaran-ajaran mendasar tersebut, dengan jelas mendudukkan betapa penghormatan Islam terhadap kaum perempuan, betapa besarnya peran dan jasa yang dicurahkannya untuk kelangsungan kehidupan keluarga dan bangsa pada umumnya.

Oleh sebab itu dalam pemberdayaan kaum perempuan, sebenarnya kita tidak menghadapi kendala dari masalah-masalah teologis.

Islam sangat menganjurkan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan sepanjang sesuai dengan norma-norma agama itu sendiri.

Kalaupun ada kendala, hal itu muncul dari aspek-aspek yang lain, misalnya kendala kultural, sosial maupun politis.

Disinilah diperlukan tekad bersama untuk mengatasi kendala-kendala yang tidak perlu dalam hal kewajiban kita memberdayakan kaum perempuan.

Demikian pula, dalam Islam kedudukan kaum ibu sangat mulia. Ialah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Ia sebagai manajer rumah tangga dalam keluarganya, mendidik anak mereka dengan kepribadian Islam. Baik buruknya masa depan umat manusia ditentukan dari pendidikan yang diberikan ibu kepada anaknya.

Itulah mengapa Allah berikan tempat dan pahala semisal pahala berjihad kepada kaum ibu yang tak kenal lelah mengurus keluarganya.

Begitu nyata bahwa Islam adalah memuliakan kepada perempuan khususnya terhadap kaum ibu.¤ Wallahu a’lam bish shawab.

Semoga bermanfaat…
Wassalam.

Penulis adalah Alumni 79′ Al Qismul’aly, Al Washliyah, Isma’iliyah, Medan, Sumatera Utara.
Pengurus Wilayah Al-Washliyah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Priode 2019-2024

Penulis: Aswan NasutionEditor: Redaksi
  • Bagikan