Gubernur DKI Jakarta Ingatkan Varian Baru Virus Corona Mudah Menular Kepada Anak

  • Bagikan
Ilustrasi

 

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ingatkan bahwa saat ini tengah menghadapi wabah virus yang berbeda. Lebih mudah menular termasuk kepada anak-anak. Anies meminta kepada orang tua di Jakarta untuk berhati-hati dan waspada, selanjutnya lebih mengawasi para anak-anak. Bila perlu hanya bermain dirumah saja.

“Ini demi keselamatan kita semua, sebab penanganan terhadap anak-anak akan membutuhkan perhatian dan pendampingan orang dewasa. Hal ini tentunya akan menimbulkan kompleksitas yang akan memakan energi yang luar biasa,” ungkap Anies Baswedan kepada media di Jakarta, Selasa (22/06/2021).

Baca Juga :  10 Tokoh Masyarakat Dapat Kuota Vaksin, Satgas Sebut Untuk Edukasi Masyarakat

Kekhawatiran ini khusus disampaikan Anies Baswedan disebabkan menurut data nasional saat ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun untuk tahun ini mencapai 12,5 persen. Artinya dari 8 kasus positif 1 diantaranya adalah anak-anak.

“Dengan proporsi yang sangat besar ini, menempatkan negara kita sebagai negara dengan kasus Covid-19 pada anak tertinggi didunia dan ini sangat mengkhawatirkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Optimalisasi Program Vaksinasi, Dinkes Bontang Buka Pendaftaran Vaksin Jalur Online

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa jumlah kasus aktif Covid-19 persenin (21/06/2021) di Ibu Kota DKI Jakarta tercatat sebanyak 32.060, dengan total sebanyak 7.976 jiwa.

Tidak hanya Anies Baswedan saja yang getol mengingatkan masyarakat, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia juga gencar mensosialisasikan agar orang tua mengawasi secara ekstra kepada anak-anak nya, lebih baik mereka bermain dirumah saja.

Baca Juga :  Dandim 0908/BTG Terus Gencarkan Ajakan Taat Protokol Kesehatan

“Kami senantiasa mengingat para orang tua untuk lebih mewaspadai anak-anak nya, sebab kalau anak-anak yang tertular, maka dapat dipastikan akan melibatkan orang dewasa. Sehingga resiko orang dewasa yang bertugas untuk mendampingi anak tersebut juga semakin gampang tertulah,” ungkap Dwi Oktavia. (*)

  • Bagikan