Dewan Sebut Polemik Lahan di Bontang, Buat Investor Menjauh

  • Bagikan
Amir Tosina Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu (006)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina meminta agar pemerintah menyelesaikan sengketa lahan yang kerap masih muncul di Bontang. Pasalnya, hal ini dinilai mengganggu iklim investasi.

Menurut Amir Tosina, polemik lahan kerap muncul saat proses pembangunan sebuah proyek. Kendala  seperti ini, kerap membuat investor enggan data ke Kota Bontang. Hal ini tentu dinilai mengkhawatirkan. Amir Tosina berpendapat, jika hal ini terus terjadi, Bontang akan segera ditinggal calon investor.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bontang Bersama Dishub Gelar Razia, Puluhan Kendaraan Ditahan

“Maka dari itu dalam rapat ini kami tekankan, apabila ada masyarakat yang bersengketa lahan dengan perusahaan tolong lah segera diselesaikan baik-baik,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Bontang, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Amir Tosina mendorong agar kedepan,  jika terdapat pihak yang mengklaim sebuah lahan, perlu melampirkan bukti-bukti yang jelas. Hal ini agar tak ada keributan di kemudian hari.

Baca Juga :  Soal Pilihan Pilkada, Pengurus Daerah Al Wasliyah Medan: Tidak Ada Pilihan Khusus Pada Calon Tertentu

Polemik lahan, juga dinilai akan menyebabkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) merosot. Oleh karena itu, ia tidak ingin lagi mendengar adanya sengketa lahan di Bontang.

“Bisa kita bayangkan bagaimana nasib Bontang 10 tahun kedepan, apalagi perusahaan seperti Badan LNG sudah mau tutup,” pungkasnya.

Selain persoalan lahan, Amir juga menyinggung soal perizinan. Dirinya meminta kepada pemerintah untuk tidak mempersulit izin para investor.

Baca Juga :  Basri Rase Upayakan Peningkatan Pendapatan dari Pajak Daerah

“Salah satu yang dikhawatirkan para investor adalah informasi yang mereka terima bahwa perizinannya dipersulit, jadi jangan dipersulit lah,” tandasnya. (006/Redaksi)

  • Bagikan