Delapan Bulan Tanpa Kesepakatan, Akhirnya Pemilu Serentak 2024 Jelas

  • Bagikan

JAKARTA – Kesepakatan terkait waktu Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 telah diambil oleh Pemerintah, DPR, dan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), serta Badan Pengawas Pemilu  Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Sesuai dengan usulan KPU RI, Ketiga pihak bersepakat untuk menggelar Pemilu pada tanggal 14 Februari, dan Pilkada pada tanggal 27 November. Hal itu diputuskan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/01/2022).

“Penyelenggaraan pemungutan suara pemilu serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta DPD RI dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota dilaksanakan pada Rabu 27 November 2024,” ucap Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia dalam rapat tersebut.

Kesepakatan mengenai waktu pelaksanaan pemilu maupun pilkada serentak ini berjalan cukup lambat. Terhitung pembahasan mengenai waktu pelaksaan berjalan hingga delapan bulan, akibat belum adanya kesepakatan dari ketiga pihak.

Bahkan dalam rapat tahun lalu, Menko Pulhukam Mahfud MD sempat mengumumkan terkait pemilu yang akan digelar pada 15 Mei 2024 dengan alasan keamanan. Namun, KPU keberatan. Menurut KPU saat itu, jarak pemilu dan pilkada sangat sempit. Selanjutnya, KPU mengajukan opsi pemilu digelar pada tanggal 15 Maret 2025.

Awal 2022 barulah kemudian KPU mengajukan opsi baru, yakni menggelar pemilu pada tanggal 14 Februari 2024. Akhirnya, opsi ini pun disetujui oleh seluruh pihak.

  • Bagikan