Aktivitas Tambang Muang Dalam Diduga Ilegal, GMNI Samarinda Pertanyakan Kinerja Polresta Samarinda

  • Bagikan

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Samarinda mengambil sikap tegas terkait aktivitas pertambangan di Desa Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Organisasi mahasiswa ini turun ke lapangan, Senin (04/10/2021) untuk bertemu dengan warga sekitar. Beberapa hari sebelumnya, warga telah melakukan perlawanan terhadap aktivitas tambang yang sangat merugikan mereka. Diantaranya masalah banjir lumpur di pemukiman warga.

“Kami melihat langsung eksploitasi pertambangan batubara terang-terangan yang tidak jauh jaraknya dari permukiman warga setempat,” ungkap Ketua DPC GMNI Samarinda Yohanes Richardo Nanga Wara, Rabu (06/10/2021).

Menurutnya, semua pihak mestinya memiliki rasa tanggung jawab terkait persoalan ini, baik Pemkot Samarinda maupun pihak aparat kepolisian.

“Pembiaran seperti ini harusnya diusut tuntas. Pemkot harus memeriksa izin mereka, kemudian harus ada ketegasan terkait penegakan hukum. Tentunya Polresta Samarinda, melalui Polsek Samarinda Utara,” lanjutnya.

Bung Richardo sapaannya, menggarisbawahi peran dari pihak aparat, dalam hal ini Polresta Samarinda sebagai aparat penegak hukum yang dianggap tidak tegas. Terlebih, aktivitas pertambangan tersebut diduga ilegal.

“Polresta Samarinda sebagai penegak hukum tidak boleh abai terhadap masalah ini, karena kejahatan aktivitas tambang batubara ini telah berlangsung, mestinya tak boleh menunggu ada korban baru bergerak, tidak boleh membiarkan kehancuran lingkungan semakin parah lagi,” tegasnya.

Richardo juga meminta agar aparat penegak hukum untuk bertanggung jawab dengan melakukan pengusutan terkait oknum dibalik aktivitas tambang tersebut.

“Tentu saja bertanggung jawab bukan hanya sekedar memberikan sanksi secara administrasi tapi menindaklanjuti secara aturan hukum. Kita juga akan mengawal sambil menggali informasi ini, sembari bersolidaritas juga menggalang kekuatan hingga ada upaya untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

  • Bagikan