Aksi protes bermunculan. KPU Bontang memutus mengundurkan debat pilkada sampai batas waktu tidak ditentukan

  • Bagikan

BONTANG – Akibat protes bertubi-tubih yang dilakukan oleh masyarakat 2 hari terakhir ini, KPU Bontang akhirnya resmi mengundurkan jadwal pelaksanaan debat calon walikota dan wakil walikota Bontang antara Basri Rase – Najirah dan Neni Moerniaeni – Joni Muslim. Hingga waktu yang belum ditentukan.

Ketua KPU Bontang Erwin pun akhirnya memutuskan untuk mengundur pelaksanaan debat, hingga waktu yang belum di tentukan. Demi menghindari konflik sosial yang terjadi di masyarakat.

“Kami harus melihat kondisi sosial yang ada di Bontang,” ucap Ketua KPU Bontang, saat konferensi pers, pada Sabtu (31/10/20).

Saat yang bersamaan KPU resmi merilis pamflet yang berisi pemberitahuan penundaan pelaksanaan debat.

Erwin meyakini tidak ada aturan yang di langgar. Apalagi persoalan pemilihan moderator. Karena dalam kualifikasi nya, moderator jelas tidak terlibat dalam partai politik manapun.

Hal ini diklarifikasi, terkait kabar yang beredar bahwa posisi Nirmala Sari sebagai seorang kader partai Hanura, untuk pengurus daerah Kaltim.

“Hal itu sudah terpenuhi, dengan adanya surat pengunduran diri dari DPD Hanura sebagai bendahara I,” terangnya.

Perihal pemilihan Media penyiaran. Erwin menegaskan tidak ada yang dilanggar. Jika ada yang dilanggar, ia siap untuk menerima laporan dari pihak manapun.

Ia kemudian membandingkan dengan kejadian saat pilpres 2019 lalu. Menurutnya banyak Media yang dilibatkan dalam agenda-agenda KPU. Dan orang-orang yang ada di belakang Media tersebut adalah petinggi partai.

“Ada Surya Paloh dengan Metro TV-nya. Ada Hari Tanoe dengan MNC dan RCTInya. TV-One dengan Abu Rizal Bakri nya. Ini merupakan tim pemenangan di pilpres,” jelas Erwin.

Kedepan, pihak KPU akan berkonsultasi dengan lembaga penyiaran di Kaltim, untuk menyelesaikan masalah ini. Sembari menunggu persetujuan hak siar debat kandidat.

Penundaan pelaksanan debat ini, merupakan hasil konsultasi KPU Bontang, bersama dengan Ketua KPU Kalimantan Timur Rusdiansyah.

“Kami masih akan berkoordinasi,” ucapnya.

Hadir bersama Ketua KPU Bontang, Nirmala Sari memberikan keterangan bahwa saat ini posisinya sudah tidak lagi berpartai. Terhitung sejak Selasa 27/10/20 lalu. Sesuai dengan SK yang di tandatangani oleh pengurus DPD Hanura Kaltim.

“Saya tidak terlibat dalam parpol dan bukan salah satu timses partai atau paslon yang ada di Bontang,” tegasnya. (*)
Editor : Redaksi

Baca juga : Moderator Debat Pilkada Bontang Pernah Jadi Caleg Hanura, Erwin : 1000 Persen Garansi

https://karindoled.co.id/rental-network/
  • Bagikan