Disdukcapil Mabar Layani Masyarakat Melalui Jendela, Warga Sebut Tak Etis

  • Bagikan
Dinas Penduduk Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melayani masyarakat melalui jendela

LABUAN BAJO – Dinas Penduduk Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melayani masyarakat melalui jendela, Senin (07/03/2022).

Pelayanan tersebut diketahui saat wartawan media mengunjungi kantor Disdukcapil Manggarai Barat. Berdasarkan pantauan media ini, terlihat banyak masyarakat dari berbagai daerah berdiri mengantre di depan jendela.

Selain itu, tak hanya pelayanan melalui jendela juga pintu kantor Disdukcapil ditutup dengan alasan untuk menghindari kerumunan dan mengarahkan masyarakat yang melakukan perekaman E-KTP untuk masuk melalui pintu belakang.

Pelaksana Tugas(Plt) Disdukcapil Mabar, Sebastianus Pro melalui Kasubag Yanti Joho ketika diwawancara media ini membenarkan bahwa pelayanan melalui jendela itu benar adanya, dengan alasan covid-19.

“Untuk pelayanan selama pandemi ini memang kami arahkan melalui jendela. Dan itu sudah diperintahkan atasan kami,” Yanti Joho.

Meski demikian, saat ditanya perihal adanya surat himbauan atau instruksi Bupati terkait pelayanan melalui jendela, Dirinya(Yanti Joho) tidak mengetahui hal tersebut.

“Lebih pasti dan mengarahkan untuk ketemu langsung pimpinan,” imbuhnya.

Yanti menjelaskan, terkait pintu ditutup itu untuk menghindari kerumunan. Makanya untuk pelayanan perekaman E-KTP, pihaknya tidak melayani lewat pintu depan melainkan pintu belakang.

“Dan pintu depan yang ditutup itu sudah dari pagi. Bukan tutup karena jam istirahat, tapi memang tutup dari tadi pagi untuk menghindari kerumunan,” beber Yanti.

Muda Hartami, warga asal Warloka, Kecamatan Komodo, salah satu masyarakat yang datang mengurus Kartu Keluarga (KK) menyayangkan sikap pelayanan yang dilakukan Disdukcapil Mabar.

“Sangat tidak etis, kami dilayani lewat jendela. Saya sudah dari jam 06.00 pagi disini sebelum kantor dibuka. Saat kantor buka, saya sodorkan berkas saya lewat jendela dan para pegawai berjanji selesaikan berkas sebelum jam istirahat,” cerita Muda Hartami.

Diakuinya, yang membuatnya semakin kesal selain pelayanan dari jendela tersebut, yakni berkasnya hingga siang bahkan tak kunjung selesai.

“Janjinya sebelum istirahat selesai, kenyataannya pengurusan berkas saya belum juga diselesaikan. Sekarang sudah pukul 14.00 wita, kasian kami yang jauh pak. Saat ini, mereka belum juga menyelesaikan berkas saya,” lanjutnya.

Dirinya berharap, agar pelayanan Disdukcapil Mabar bisa dibenahi dari sisi sitemnya. Untuk kedepannya, semoga Bupati Manggarai Barat bisa melihat ini untuk ditindaklanjuti.

  • Bagikan