banner 728x90

Wujudkan Polri Presisi, Safaruddin Apresiasi Peluncuran Pembayaran Digital SIM-SKCK di Balikpapan

  • Bagikan
Suasana launching QRIS di Polresta Balikpapan
banner 728x90

BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan luncurkan program pembayaran nontunai dengan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kamis (20/5/2021) pagi.

Ini adalah layanan digital untuk pembayaran Surat Izin Mengemudi (SIM) baru dan perpanjangan, serta pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi masyarakat Kota Minyak.

Anggota Komisi III DPR RI, Drs H Safaruddin mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polda Kaltim, melalui Polresta Balikpapan itu.

Menurutnya, program tersebut merupakan komitmen dalam rangka menuju Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Baca Juga :  Balikpapan, Total Pasien Per 23 Juli 385 Orang, Meninggal 8 Orang

“Digitalisasi sistem pembayaran SIM dan SKCK justru memberi kemudahan kepada masyarakat. Karena masyarakat tidak perlu antre atau berkumpul. Membayar kapanpun dan di manapun bisa. Inovasi ini harus kita apresiasi,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 tersebut.

Di samping memberi kemudahan bagi masyarakat, lanjut Safaruddin, digitalisasi sistem pembayaran juga dapat mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum.

“Kalau sudah pakai sistem pembayaran nontunai, praktik pungli tidak ada,” lanjutnya.

Arus digitalisasi memang tidak bisa dibendung. Makanya, Safaruddin mendorong agar digitalisasi sistem pembayaran segera diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Sehingga, Benua Etam bisa menjadi daerah percontohan penerapan smart city untuk pelayanan kepolisian.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2021, PJU Polda Kaltim Cek Pengamanan Dari Gereja Hingga Posko Pelayanan Ops Lilin Mahakam

“Digitalisasi ini penting. Selama itu baik, jalankan dan kembangkan. Saya sangat mendukung digitalisasi sistem pembayaran itu diterapkan di seluruh Polres di Kaltim. Dengan demikian, Polri lebih transparan, masyarakat dimudahkan,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Untuk diketahui, di era Safaruddin menjabat sebagai Kapolda Kaltim, penerapan digitalisasi sudah dilakukan. Di antaranya peluncuran Aplikasi Media Pelayanan Langsung (AMPLANG).

Baca Juga :  Geledah Lapas dan Rutan Balikpapan, Satops Patnal Test Urine Seluruh Pegawai dan Napi

Di mana pengurusan SIM, SKCK, surat kehilangan hingga kecepatan respon pengaduan tindak kejahatan secara langsung bisa dilakukan. Selain itu, pengintensifan media sosial untuk penyampaian informasi dan komunikasi dengan masyarakat diterapkan.

Sebagai informasi, dalam menjalankan program QRIS, Polresta Balikpapan bekerja sama dengan LinkAja, layanan uang elektronik nasional. Ini sekaligus langkah nyata mendukung Gerakan Nasional Nontunai yang diprakarsai Bank Indonesia, sekaligus mendukung penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. (***/Redaksi)

  • Bagikan