banner 728x90

Wizdan Fauran Lubis: PP GPA Hargai Sikap Kesatria Jendral Gatot Nurmantiyo

  • Bagikan
Wizdan Fauran Lubis Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah
banner 728x90

JAKARTA – Ketua Umum Piminan Pusat Gerkan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) Wizdan Fauran Lubis, SE, mengungkapkan penghargaannya kepada Jenderal Gatot Nurmantiyo yang bersikap kesatria dengan tegas menolak untuk mengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat Ketum Agus Harimukti Yudhoyono (AHY).

“Generasi muda bangsa, saya kira patut mencontoh sikap kesatria yang ditunjukkan oleh Pak Gatot. Sebab kita khawatir apabila sikap satria sudah tercabut sebagai jati diri generasi bangsa, maka kita tinggal menunggu datangnya kehancuran,” ungkap Wizdan Lubis kepada Jurnaltoday di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Wizdan Lubis juga menambahkan, bahwa perlu ditegaskan, kami tidak ingin terlibat terhadap konflik yang terjadi di tubuh Partai Demokrat (PD), dan kami tidak ambil pusing apakah konflik yang terjadi secara internal atau eksternal.

Baca Juga :  Luar Biasa Fitnah Ke Anies, Data BIN Tetapkan Zona Hitam Covid 19 Bagi DKI Jakarta

Namun demikian, kami tetap merasa prihatin sebab bagaimanapun catatan sejarah mantan Ketua Umum PB Al Washliyah K.H. Aziddin adalah merupakan tokoh yang berperan sebagai deklarator berdirinya Partai Demokrat. Dan sebagai generasi muda Al Washliyah kalau Almarhum H. Aziddin masih ada kami yakin beliau tidak mungkin juga ikut serta berperan dalam KLB Partai Demokrat.

Terlepas dari itu semua kami hanya ingin menyampaikan penghargaan kepada Pak Gatot, yang bersikap kesatria berani menolak dengan tegas tawaran untuk mengambilalihan jabatan Ketum di Partai Demokrat dari tangan AHY.

Baca Juga :  Menaker Minta Maaf Bantuan Rp 600 ribu diundur

Seperti kita ketahui bersama, bahwa kepada Jenderal Gatot Nurmantiyo pernah ditawarkan untuk menggantikan Ketum AHY melalui KLB, sebagaimana diungkapkannya ketika berdiolog di chanel yutube Forum News Network (FNN) beberapa waktu yang lalu.

Namun dengan tegas Gatot Nurmantiyo menolak dengan menyatakan, “Bagaimana mungkin saya yang dibina oleh dua presiden yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) kemudian saya harus mendongkel anaknya,” ujarnya

Baca Juga :  KPK Sita 7 Koper dan 3 Ransel Berisi Uang Rp. 14,5 M, Kasus Korupsi Bansos Covid 19

Tanpa menyebutkan nama, Gatot Nurmantiyo mengungkapkan, bahwa yang menawarkan untuk dirinya sebagai Ketum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB), memang tampak hadir di arena KLB di Sibolangit, Deli Serdang, Seumatera Utara. “Saya pastikan orang itu ada di sana (KB),” tegas Gatot nurmantiyo

Gatot Nurmantyo tegas menolak ajakan tersebut, saya menghormati jasa SBY yang merupakan orang tua dari AHY, yang pernah memberikan pangkat dan karir di TNI. Karenanya tidak mungkin merebut kepemimpinan Partai Demokrat dari tang AHY. (hen)

  • Bagikan