banner 728x90

Wizdan Fauran Lubis: Deny Siregar, Berhenti Menghina Ulama

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Wizdan Fauran Lubis, SE merasa terusik dengan komentar penggiat media Deny Siregar yang terkesan menghina Ulama Al Washliyah Prof. Dr. Abdus Shomad. MA.

Dalam twuit nya Deny Siregar mengungkapkan “Ustadz yang tidak pernah terkabul doanya, mangkanya Mad Somad enggak usah berlaga jadi saudara Tuhan, deh. Masih doyan duit juga, sok-sokan menentukan surga dan neraka,” ujarnya.

“Aib lu lagi dibukain pelan-pelan tuh, ayat itu disampaikan, bukan dijual-jual,” tambah Dany Siregar.

Baca Juga :  Jusuf Kalla: Defisit 1000 Triliun, Ini Catatan Sejarah Tertinggi

Lontaran ini berkaitan dengan pilkada Medan yang didukung Ustadz Abdus Shomad adalah pasangan Akhyar Nasution dan Salman Al Farisi yang mengalami kekalahan dari pasangan Boby Nasution dan Aulia Rahman

Wizdan Lubis berang dengan pernyataan tersebut, sebab mengenai Pilkada merupakan hal yang wajar dukung mendukung dan akhirnya ada kalah dan ada yang menang. Kenapa harus diperpanjang apalagi sampai menghina ulama segala.

Lontaran kebencian dan penghinaan yang memancing emosi, seharusnya enggak perlu terjadilah, sebab yang biasanya melakukan hal tersebut adalah orang-orang yang tidak berakhak dan berpendidikan sama sekali. ungkap Wizdan Lubis.

Baca Juga :  JMSI Minta Insan Media Jadi Penerima Vaksin Tahap Awal

“Saya yakin bagi mereka yang pernah diajarkan Akhllakul Karimah oleh orang tua, tidak akan sanggup melakukan penghinaan terhadap ulama,” ujar Wizdan.

Wizdan juga mengungkapkan bahwa ustadz Abdus Shomad adalah ulama yang dididik dan dibesarkan oleh Al Jam’iyatul Washliyah, dari Sekolah Dasar di SD Al Washliyah di Kabupaten Kisaran, Tsanawiyah dan Aliyah di Mualimin UNIVA Medan.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru Disprindag Kutim Lakukan Sidak di Beberapa Toko Sembako

Bagi bung Deny Siregar tenang saja Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) dan Brigade Hawari di seluruh Indonesia tidak akan melaporkan bung ke Polisi karena kami yakin itu merupakan langkah yang sia-sia. Tapi perlu bung tahu bahwa Al Jam’iyatul Washliyah merupakan organisasi besar dan tidak terima dengan pernyataan bung. Sebaiknya bung bertobat dan meminta maaf, itu merupakan langkah yang bijak,” tegas Wizdan fauran Lubis.(*)

  • Bagikan