Waspada Spyware FluBot, Lancarkan Serangan dengan Kedok Penyedia Layanan Bisnis Daring

  • Bagikan
Ilustrasi

Jurnalteknologi – Warganet perlu mewaspadai spyware berbahaya, yang belakangan disebut FluBot. Virus ini bisa dengan mudah mendatangkan malapetaka pada pengguna smartphone yang tidak menaruh curiga atau ceroboh.

Virus ini biasanya berupa pesan layanan yang meminta kendali informasi kepada pengguna yang berselancar di dunia maya.

Virus ini menjadi lebih canggih seiring waktu, dengan mengubah identitas (palsu), untuk mencoba mengelabui banyak pengguna.
FluBot ini meminta menyerahkan kendali atas informasi mereka yang paling pribadi dan sensitif.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Sabu Seberat 5,6 Kg, Polres Kukar Tetapkan 3 Tersangka

Dilansir laman Phonearena, Selasa (27/4/2021), pesan teks yang sarat malware telah mulai terbang keliling AS dalam waktu dekat.

Untuk menanggal keberadaan virus ini, mengharuskan pengguna tidak boleh mempercayai pesan teks yang konon berasal dari perusahaan pengiriman mana pun yang memintamu mengunduh sesuatu dari luar Play Store untuk melacak paket (nyata atau fiktif).

Baca Juga :  Buru Rampok Toko Mama Anjas, Polisi Akan Periksa Dua Saksi dan CCTV

Banyak orang mungkin telah menjadi mangsa jutaan serangan cyber yang dilaporkan diluncurkan di Inggris dalam beberapa hari terakhir.

Memang tidak mudah membedakan antara tempat bisnis elektronik yang tampak sah dan toko aplikasi, pengembang, atau situs web yang samar.

Hal paling mudah dilakukan adalah jangan pernah mengunduh file APK (Paket Android) jika kamu tidak tahu persis dari mana ini berasal.

Baca Juga :  Kos-Kosan di Grebek Polisi, Satu Warga Bontang Terciduk Bersama Tujuh Poket Sabu

Itulah yang diinginkan “FluBot” untuk dilakukan. Menyamarkan jenis malware yang sangat berbahaya sebagai peringatan dari layanan pengiriman internasional seperti DHL.

Sayangnya, situasi ini sedikit lebih rumit daripada solusi “hapus-aplikasi-dan-jangan-lihat-balik” yang biasa, membutuhkan sedikit usaha ekstra (dan pengorbanan) dari pengguna yang dirugikan untuk mengelola keluar dari bahaya. (*/suara.com)

  • Bagikan