banner 728x90

Warga RT 12 Segendis, Resahkan Aktivitas Batching Plan di Area Pemukiman

  • Bagikan
Ilustrasi (Facebook)
banner 728x90

BONTANG – Aktivitas di lokasi khusus untuk pembuatan beton readymix  (Batching Plan) di Jalan Urip Sumoharjo RT 12 Segendis, dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya, kegiatan itu dinilai menimbulkan suara bising dan debu yang mengganggu.

Salah satu warga yang tinggal di Lokasi, Rahman mengatakan, hal ini memang menjadi perhatian. Bahkan Ia menerima informasi, sudah ada beberapa warga yang mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.

Baca Juga :  PPDB SD dan SMP Dibuka Bulan Juni Secara Online

“Kalau suara bising mungkin ada sedikit, tapi untuk debu, memang agak mengganggu,” ucapnya dikonfirmasi Jurnaltoday.id, belum lama ini.

Dikonfirmasi terkait ini Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan, DLH Bontang, Anwar Sadat membenarkan adanya laporan dari warga sekitar.

“Ada memang beberapa aduan. Soal kebisingan sama debu,” jelasnya.

Pihaknya pun mengaku telah memanggil pihak perusahaan yang belakangan diketahui bernama PT Varia Usaha Beton itu. Sadat mengatakan, Batching Plan yang telah beraktivitas sejak 2019 di lokasi itu, awalnya tidak menjalankan kegiatan di lokasi itu.

Baca Juga :  35 Juta jadi 2 M….. Benar, Tabiat Buruk Utang itu Selalu Bertambah

“Sebelumnya di dalam, cuma memang dari tahun 2019, pindah di daerah itu,” terangnya.

Kini, pihak DLH lebih dulu akan memastikan legalitas dari aktivitas ini. Pasalnya terdapat dugaan, area aktivitas Batching Plan ini tidak masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Industri Kota Bontang.

“Kita belum cek, tapi untuk disitu sepertinya tidak masuk di kawasan industri. Tapi sementara kita tunggu dulu. Dalam dua hari ini, mereka mau antar berkas Izinnya dulu. Setelah itu kita tentukan, apakah melanggar atau tidak,” urainya.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Asal Desa Santan, Di amankan Polres Bontang

Meskipun begitu, perusahaan tetap harus memberikan tanggung jawab sosial kepada warga sekitar.

“Minimal uang debu atau pemberdayaan masyarakat lah,” tandasnya. (redaksi)

 

  • Bagikan