banner 728x90

Utamakan Ukhuwah

  • Bagikan
banner 728x90

Penulis : ASWAN NASUTION

FIRMAN ALLAH SWT :
“Dan Dialah (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Al-Anfal : 63).

Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa Allah SWT mempersatukan hati orang mukmin dalam suatu jalinan ukhuwah yang timbul atas dasar keimanan.

Merupakan jalinan persatuan yang kokoh, sebagai potensi kekuatan yang diberikan oleh-Nya.

Akhir-akhir ini, banyak fitnah dan cobaan yang dihadapi umat Islam saat ini.

Baca Juga :  Al-Jam'iyatul Washliyah, Berdakwah Membangun Negeri

Konfilik antarsesama Muslim yang kita saksikan bersama saat ini, sungguh sangat memperhatinkan.

Maka diperlukan kearifan pemimpin-pemimpin kelompok dalam menghadapi kondisi demikian.

Kesadaran sebagai suatu kesatuan umat Islam perlu digugah.

Bukan dengan saling tuduh dan saling menyalahkan yang akan semakin memperkeruh suasana konfilik.

Perbedaan-perbedaan pendapat yang muncul, tidak seharusnya disikapi dengan perselisihan yang tidak perlu dan tidak bermanfaat.

Namun, selesaikan melalui musyawarah secara bijak.

Kesepakatan dibuat secara kolektif untuk kepentingan bersama.

Semua pihak yang berbeda pendapat dihargai martabatnya.

Tidak ada yang merasa dirugikan atas kesepakatan yang diputuskan dalam musyawarah.

Kata kunci yang harus selalu diperhatikan jika terjadi konfilik adalah Ishlah.

Baca Juga :  Pilkada, Kemenko Polhukam ajak media edukasi masyarakat berdemokrasi

Dalam hal ini, tidak yang merasa menang atau kalah.

Sikap fanatisme golongan harus disingkirkan jauh-jauh.

“Sesunggugnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujarat :10)

Sangat disayangkan, bila umat tercerai berai karena pertikaian yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan musyawarah.

“Kaum Muslim adalah satu badan, jika ada satu anggota badan menderita sakit, maka seluruh badan akan terasa demam.” (HR. Bukhari Muslim).

Hadits ini, menekankan tentang pentingnya empati seorang Muslim dengan ikut merasakan permasalahan atau kesulitan yang dihadapi oleh saudaranya.

Baca Juga :  Moeldoko: Tidak ada niatan mengancam KAMI

Hal ini merupakan indikator tingkatan ukhuwah yang tertanam didalam hati seorang Muslim.

Merupakan suatu kezaliman, jika kita tidak peduli dengan permasalahan yang dialami saudara-saudara kita.

Puncak dari setiap ukhuwah adalah ‘itsar’ yakni lebih mengutamakan kepentingan orang lain.

Suatu pengorbanan yang sangat mulia, yang tidak memikirkan kepentingan diri semata namun mementingkan kemashlahatan bersama.

Sungguh indah jika setiap muslim menjaga, merawat, memelihara dan memupuk serta merajut kembali ukhuwah yang memudar.

Wallahu a’lam bish shawab.

Nashrum minallahi wa fathun qariib wa basysyiril mukminin.

  • Bagikan