banner 728x90

Tvone Beri Penjelasan ILC Tak Tayangkan Lagi, Rizal Ramli Ada Tangan Kekuasaan

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Tvone dan pemegang hak siar I ndonesia Lawyers Club (ILC) mengakhiri kerja sama kesepakatannya. Sehingga tidak akan tayang lagi di layar kaca. Dan telah disepakati bahwa program ILC kedepannya akan ditayangkan di platform digital.

Tvone memandang bahwa ILC dapat lebih berkembang dengan pesat bila disiarkan di paltform digital.Dan catatan tvone ILC mempunyai pecintanya telah mencapai 4 juta Suscriber, dan rata-rata vieusnya lebih 50 juta perbulannya.

Pihak tvone merasa platform digital akan menjadi media utama dalam menyalurkan berita bagi kebutuhan masyarakat.Pihak tvone memprediksi fenomena ini akan lebih dominan lagi kedepannya.

Baca Juga :  TAHUN BARU DAN KESADARAN BARU

Sebelumnya berita mengagetkan dari Karni Ilyas yang mengumumkan melalui twiternya resminya, Selasa (15/12/20) bahwa ILC malam ini merupakan episode perpisahan bagi ILC, sampai batas waktu yang tidak dapat ditetapkan.Karni Ilyas juga mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan keputusan manajemen tvone.

Banyak tokoh yang tidak menyangka berhentinya tayangan ILC, sebab tayangan ini sangat ditunggu oleh masyarakat, rating sangat tinggi dan iklannya juga sangat luar biasa, enggak mungkin alasan logis tvone mau memberhentikan tayangan ini.Kecuali ada tangan kekuasaan yang menginginkan kekuasaan ini terlihat sangat panik dan yakinlah kepanikan ini tidak akan lama lagi berakhir. Ungkap lantang ekonom nasional Rizal Ramli.

Baca Juga :  DPP GMNI Soroti Persoalan dan Beri Rekomendasi untuk Peta Jalan Pendidikan Nasional

Tanda-tanda Pemerintah yang mulai panik ya begini, tambah Rizal Ramli.Tidak mau mendengarkan kritik dan bahkan cendrung otoritar.Ini sejarah baru sejak zaman reformasi adanya program dialog yang demokrasi di hentikan.

Habibie dan Gusdur bagaimana mereka tidak hanya dikritik tapi dibully macam-macam, tapi mereka tidak perduli. Kalau Habibie tidak mau membaca berita dalam negeri, dia hanya membaca berita luar negeri.Kalau Gusdur terkenal dengan EGP, Emang Gua Pikirin.Jadi tidak akan ada pembredelan program dialog karena itu bagian dari demikrasi.Tegas Rizal Ramli. (*)

Baca Juga :  Anwar Abbas Dorong Negara Putuskan Diplomatik Atas Israel
  • Bagikan