banner 728x90

Tuntas, Petugas Rutan Samarinda Terima Dosis Kedua Vaksin Covid 19

  • Bagikan
Petugas rutan saat menerima vaksin kedua
banner 728x90

SAMARINDA – Bertugas mengenalkan virus (inactivated virus) vaksin Covid 19 dosis pertama berperan sebagai prime dose atau dosis utama. Hal tersebut dijelaskan Rita Rosadi selaku dokter poliklinik Rutan Kelas IIA Samarinda, usai penyuntikan dosis kedua untuk petugas Rutan Samarinda. Rabu (19/05/21).

kurang lebih 72 orang petugas pemasyarakatan Rutan Samarinda menerima vaksin dosis kedua. Penyuntikan dosis kedua ini di lakukan bekerjasama dengan Puskesmas Bengkuring yang di pimpin oleh dokter Tiori Karo Karo.

Baca Juga :  11 Orang WBP Berkelakuan Baik peroleh Remisi Khusus Natal di Rutan Samarinda

Rita Rosadi menjelaskan imunitas tidak serta muncul setelah divaksin yang pertama kali, peningkatan dosis di lakukan untuk mengoptimalkan imunisasi di dalam tubuh.

“Pada dosis pertama tubuh kita dikenalkan dulu dengan inactivated virus. Lalu dia akan bekerja sama membentuk sistem kekebalan tubuh atau antibodi baru. Dosis kedua ini gunanya untuk meningkatkan kekuatan vaksin. Sehingga dosis kedua dapat membuat antibodi yang terbentuk semakin kuat dan optimal.” Pungkas Rita.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan Rutan Samarinda Terima Vaksi Tahap Pertama, Alanta Pastikan Seluruh Penghuni Terima Vaksin

Alanta Imanuel Ketaren Kepala Rutan Samarinda membenarkan pemberian dosis kedua vaksin Covid 19 bagi para pegawainya. Penyuntikan vaksin dosis kedua ini wajib di ikuti oleh semua pegawai yang sudah menerima dosis pertama.

“selain bagian menyukseskan program pemerintah, vaksin bagi pelayan publik dosis kedua ini. Secara kesehatan vaksin dosis kedua ini penting buat kami, karena berfungsi sebagai booster dose atau penguat kemampuan vaksin,” ujar Alanta.

Baca Juga :  Bersama Warga Karang Joang, GMNI Kaltim Temui KSP Serahkan Kajian Ganti Rugi Lahan Tol Balsam

Dirinya juga menghimbau, para petugas pemasyarakatan yang sudah tuntas menerima vaksin tetap harus patuh protokol kesehatan baik di dalam lingkungan kantor maupun di luar, karena tidak 100 persen vaksin melindungi diri dari virus yang sudah bermutasi jadi banyak varian, lanjutnya. (Redaksi)

  • Bagikan