THM dan Karaoke Keluarga Kembali Ditutup, Pengusaha Minta Dilibatkan dalam Perumusan Kebijakan

  • Bagikan

BONTANG – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro diperketat kembali berimbas ke tempat hiburan malam (THM) dan karaoke keluarga di Bontang.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang PPKM. Dalam edaran itu menyebutkan, THM, karaoke keluarga, dan sejenisnya tidak boleh beroperasi hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut pun dikeluhkan para pengusaha. Supervisor Happy Puppy Samsuri mengatakan, dampak penutupan tersebut dinilai akan berimbas pada pemasukan keuangan perusahaan.
“Pasti lah berimbas. Kami tidak ada pendapatan. Gimana dapat uang gaji karyawan,” ungkap Samsuri saat ditemui awak media, Kamis(8/7/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengaku kecewa lantaran tidak pernah dilibatkan dalam merumuskan kebijakan soal pembatasan kegiatan, khususnya THM dan tempat karaoke keluarga.

Bahkan, Samsuri mengaku pihaknya baru mendapatkan informasi kebijakan yang baru, Rabu (7/6/2031) sore kemarin.

“Saya saja baru tahu kemarin sore. Soalnya surat pemberitahuannya baru datang kemarin. Jadi kami belum ada persiapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Samsuri menyatakan jika tempat usahanya berkewajiban untuk membayar pajak kepada Pemkot. Jika ditutup, tentunya akan mempengaruhi pendapatan PAD Bontang, beberapa karyawan juga akan kehilangan sementara pekerjaan nya.

“Untuk selanjutnya, semoga ini bisa jadi pertimbangan lah kan. Sebab kalau ditutup lagi karyawan terancam hilang pekerjaan. Terus mau makan apa kalau tidak ada pekerjaan,” terangnya.

Menurut Samsuri, ada cara lain selain penutupan. Misalnya, dengan pembatasan pengunjung, dan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kami pasti dukung. Ini demi kebaikan kita juga. Makanya yang perlu dilakukan itu cukup pembatasan saja. Jangan penutupan lah,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Fahridzul RifqiEditor: Redaksi
  • Bagikan