banner 728x90

Suharso Manoarfa: Desain Ibu Kota Negara dan Istana Negara Perlu Banyak Diskusi

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Manoarfa memberikan kepastian bahwa desain Istana Negara yang akan dibangun di Kalimantan Timur masih tahapan awal.

“Hal itu masih merupakan tahapan awal, artinya akan mengalami proses yang akan bergulir dan di diskusikan oleh berbagai pihak. Termasuk kita berharap didiskusikan oleh para ahli dibidang arsitektur dan perencanaan,” ungkap Suharso saat memimpin diskusi virtual terkait Pembangunan Ibu Kota Baru, Senin (5/4/2021).

Baca Juga :  Pilkada, Kemenko Polhukam ajak media edukasi masyarakat berdemokrasi

Diskusi diselenggarakan bersama Ikatan Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP), Ikatan Ahli Arsitek Indonesia (IAI), ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lenskep Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI).

Selain persoalan utama desain Istana Negara, pertemuan itu juga membahas berbagai aspek terkait Ibu Kota Negara (IKN), seperti lingkungan, budaya hingga penyampaian progres masterplan IKN.

Baca Juga :  Fadli Zon Sebut Utang Menumpuk, Tidak Layak Bicara IKN

Untuk pembangunan Istana Negara, Kementrian PPN/Bappenas dan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menyelaraskan materi masterplan dengan urban design Ibu Kota Negara (IKN).

“Kami akan memastikan aspek lingkungan adalah merupakan salah satu elemen yang paling penting, menjadi perhatian serius pemerintah dalam membangun IKN,” tegas Suharso

Berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian PPN/Bappenas memastikan pembangunan akan sangat memperhatikan lingkungan hidup.

Baca Juga :  PB Al Washliyah Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah KRI Nanggala 402

“Saya berterimakasih atas masukan dari rekan-rekan arsitek, dari IAP, IAI, IARKI, IALI, GBCI juga masyarakat Indonesia yang secara khusus memperhatikan Ibu Kota Negara (IKN). Kita pikirkan sama-sama burung Garuda secara arsitektur, termasuk masalah keamanannya, lebih lanjut kita diskusikan,” ungkap Suharso. (Hen)

  • Bagikan