Sistem Digitalisasi Pelabuhan Perlu Terus Dikembangkan Untuk Menata Ekosistem Logistik Nasional

  • Bagikan

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan yang perlu terus dilakukan pengembangan sistem digitaliasi pelabuhan baik perizinan maupun layanan kepelabuhanan untuk menata ekosistem logistik nasional. Hal ini dikemukakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Webinar “Strategi Pelabuhan dan Pelayaran dalam Era Ekosistem Logistik” secara virtual di Jakarta, Rabu (20/1/21) lalu.

Dengan telah ditetapkannya Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Kementerian / Lembaga terkait harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas dan fungsi secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melaksanakan penataan tersebut.

Penataan yang dilakukan yaitu melalui kolaborasi K / L yang terkait melalui National Logistic Ecosystem (NLE) yang didukung oleh platform yang menghubungkan proses logistik end-to-end yang mendukung proses logistik nasional yang efisien. NLE akan berkolaborasi dengan sistem logistik yang telah ada dan berintegrasi dengan fase logistik yang belum didukung sistem logistik.

Melalui penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perkenomian nasional.

“Digitalisasi logistik telah menjadi keharusan di dalam era industri 4.0. Penataan ekosistem logistik nasional ini identik dengan digitaliasi, ”jelas Menhub.

Adapun beberapa capaian program NLE di sektor perhubungan laut pada tahun 2020 lain uji coba Soft System Methodology (SSM) pengangkutan antara, penerapan Ship to Ship – Floating Storage Unit (STS-FSU) dan SSM Perizinan Tahap I, penebusan DO dan pengeluaran SP2 melalui platform Pemerintah dan pengiriman, uji coba kolaborasi pergudangan, verifikasi awal proses bisnis depo kontainer di Jakarta dan Surabaya, serta penerapan perizinan STS dan Floating Storage Unit (FSU).

Sementara target program penataan Ekosistem Logistik Nasional selama tahun 2021-2024 di sektor perhubungan laut antara lain termasuk: perluasan SSM Perizinan secara nasional dan pengembangan tahap 2, pengiriman semua DO yang diterbitkan oleh pengiriman dan semua SP2 yang diterbitkan oleh terminal petikemas ke NLE, penerapan kolaborasi peron pergudangan, kawasan penataan Pelabuhan Tanjung Priok, kawasan penataan Batu Ampar dan Kabil, penerapan SSM pengangkut dan pengembangan penerapan pergudangan.

“Implementasi era ekosistem logistik memiliki banyak manfaat, antara lain dapat menurunkan biaya logistik, berbagi kapasitas logistik, menumbuhkan ekonomi digital, meningkatkan transparansi layanan, sistem antar K / L terhubung, mengurangi mata rantai logistik, tidak adanya duplikasi dan repetisi, serta menghilangkan proses manual , ”Ujar Menhub.

Kemenhub terus melakukan pengembangan digitalisasi perizinan dan layanan kepelabuhanan

seperti: Aplikasi Simlala (digitalisasi perizinan), Inaportnet (digitalisasi pelayanan pelabuhan), aplikasi Sitolaut (pelacakan distribusi barang dan ternak di area 3TP), dan dashboard monitoring (transparansi dan efisiensi layanan kepelabuhanan).

Optimasi teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepelabuhanan menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Webinar Nasional yang diselenggarakan ini membahas Implementasi Penataan Ekosistem Nasional yang sangat diperlukan untuk menangani konektivitas yang tinggi dalam pengawasan kualitas interaksi antar pemangku kepentingan ekonomi dengan kelompok geografis Indonesia yang memiliki letak geografis yang strategis, di mana 90% perdagangan internasional melalui jalur laut, dan 40 % nya wilayah perairan Indonesia.

Indonesia sebagai negara maritim terbesar, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi di kawasan barat dan timur Indonesia, termasuk dalam hal distribusi logistik, masih adanya ketidakseimbangan kargo, infrastruktur kurang memadai dan tingginya biaya logistik di wilayah Indonesia.

Menhub menekankan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung industri yang tumbuh pesat dan berlayar di Indonesia, menyederhanakan proses perizinan agar lebih cepat, melakukan perbaikan sistem dan kinerja di pelabuhan. Menhub Budi juga memberikan apresiasi dan apresiasi terhadap terselenggaranya Webinar Nasional ini untuk menghasilkan strategi di pelabuhan dan industri pelayaran di era ekosistem logistik yang identik dengan digitalisasi.

“Untuk itu, saya ingin mengajak seluruh pihak dan pemangku kepentingan yang terkait untuk meningkatkan sinergi bersama-sama dalam membangun dan memajukan pelabuhan di Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam webinar ini: Direktur Utama PT. Pelindo I (Persero) Dani Rusli Utama; Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT. Pelindo II (Persero) Ogi Rulino; Direktur Upata PT. Pelindo III U. Saefudin Noer; Diektur Utama PT. Pelindo IV Prasetyadi; Direktur Utama PT. Samudera Indonesia Bani Maulana; Manajer Umum MSC Indonesia Dhany Novianto; Presiden Direktur Gurita Lintas Samudera Soenarto; Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto; Ketua Umum DPP ALFI / ILFA Yukki Nugrahawan. Webinar yang dimoderatori oleh Pasoroan Herman Harianja selaku Presiden INAMPA. (AH / RDL / LA / JD).

  • Bagikan