banner 728x90

SIAPA GURU SEJATI DI MASA COVID -19

  • Bagikan
banner 728x90

Masih ingat judul lagu “Nenekku Pahlawanku” yang dipopulerkan Wali Band tahun 2011. Ternyata lagu itu tidak relevant bagi siswa siswi yang tinggal bersama kedua orang tuanya di masa pandemi ini.

Lha memang apa hubungannya dengan lirik lagu Wali Band dimasa pandemi Covid-19?

Akibat Covid-19, berbagai aktivitas kehidupan banyak dilakukan di rumah. Virus ini mengungkung kehidupan masyrakat. Banyak orang merasa mendadak mendapat beban  tambahan dalam kehidupan.

Mereka harus bertahan memenuhi kebutuhan sehari – hari saat perekonomian semakin lesu.

Semua sektor kehidupan mengalami perubahan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan para siswa belajar secara formal di sekolah. Maka solusi pemerintah adalah memindahkan belajar mengajar dari sekolah ke rumah (BDR)

Baca Juga :  Agus Haris : Bontang belum layak laksanakan sekolah secara langsung

Terbitnya surat edaran mas menteri pendidikan dan kebudayaan (Nadiem Makarim) No. 4 Maret 2020 mengatur pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Dengan upaya Pemerintah untuk pembatasan fisik (physical distance) bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus di negeri ini.

Peran orang tua sangatlah penting dalam proses pembelajaran dari rumah, menjadikan orang tua sebagai teman atau rekan bagi para anak dalam proses pembelajaran.

Metode pembelajaran di tengah pandemi Covid -19 saat ini peran ibu sebagai pendidik utama bagi anaknya. Secara psikologi, 75 persen kecerdasan dan psikologi anak itu turun dari ibunya. Ada ungkapan “Al – Ummu madrasah Al- ula (Ibu adalah sekolah pertama bagi anak – anak). Sosok ibulah yang lebih banyak meluangkan waktu untuk mendampingi anak mereka belajar daripada ayah. Ibu bisa 2- 3 jam mendampingi anaknya belajar dirumah, dari berkomunikasi dengan guru sampai menyediakan perlengkapan atau keperluan pembelajaran.

Baca Juga :  Bagi-bagi Kebutuhan Dasar Bagi Warga Binaan, Wujud Pelayanan Rutan Kelas IIA Samarinda

Peran ayah diibaratkan sebagai nahkoda di dalam kapal pesiar, maka peran ibu adalah sebagai seorang navigasi, petunjuk arah. Ayah sosok yang bertanggung jawab penuh atas keluarga yang dipimpinnya, bertugas membawa kemana kapal akan berlayar.

Namun,sosok ibu tidak kalah penting perannya, sebagai petunjuk arah agar kapal tidak tersesat dan kehilangan arah. Jadi, di masa pandemi ini harusnya judul lagu Wali Band diubah mernjadi “Ibuku Pahlawanku” bukan Nenek Pahlawanku”.

Baca Juga :  Jelang Bulan Puasa, Pemkot Bontang Tetapkan Lokasi Pasar Ramadhan

Sekarang ini justru menjadi momentum untuk menikmati kebersamaan dalam keluarga. Ungkapan Ki Hajar Dewantara bahwa “setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”. Karena itu orang tua merupakan pendidik sejati dalam keluarga.  

Oleh : Pipin Bagiati (penggiat pendidikan Bontang)

  • Bagikan