banner 728x90

Setelah Tempo Membongkar Kasus Bansos, Harus Siap Hadapi Serangan Buzzer, Sampai HP diretas.

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Upaya pembungkaman terjadi di era Presiden Jokowi dengan peretasan ponsel milik jurnalis Tempo setelah membongkar kasus bansos yang melibatkan elit PDIP termasuk dugaan terseretnya putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (Gibran).

“Ponsel jurnalis Tempo diretas setelah membongkar korupsi bansos mengindikasikan upaya pembungkaman di era Presiden Jokowi,” kata aktivis politik Rahman Simatupang sebagaimana dilansir suaranasional, Minggu (27/12/2020).

Menurut Rahman, penguasa terlihat terusik dengan hasil investigasi majalah Tempo tentang korupsi bansos. “Investigasi Tempo menusuk jantung kekuasaan. Dan ini membuat citra buruk penguasa,” papar Rahman.

Baca Juga :  HRS Datangi Polda Metro Jaya, Penahanan Tergantung Pemeriksaan Penyidik

Rahman mengatakan, Rezim Jokowi sudah menggunakan buzzer untuk menghajar majalah Tempo. “Ada juga buzzer yang membongkar pribadi jurnalis Tempo dengan tujuan menjatuhkan ke publik. Cara-cara yang digunakan Rezim Jokowi dalam menghadapi kritikan justru memunculkan citra buruk,” ungkap Rahman.

Kata Rahman, Joko widodo selalu berbicara untuk menggunakan media sosial secara baik namun faktanya masih memelihara buzzer. “Jokowi masih membutuhkan buzzer agar citranya baik di media sosial,” jelasnya.

Baca Juga :  Peresmian Sekretariat JMSI Kaltim. Sukri : Walau Pandemi, JMSI Ingin Tetap Perkenalkan Programnya

Seorang Jurnalis Tempo mengalami percobaan peretasan usai menulis laporan pembagian bantuan sosial (bansos) dalam pusaran kasus dugaan korupsi Menteri Sosial Juliari P Batubara.

“Segera lindungi jurnalis dari ancaman serangan digital,” kata Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis, Sasmito, melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (26/12/2020).

Ia menjelaskan kronologi ancaman yang dialami jurnalis media nasional tersebut. Pada tanggal 24 Desember 2020 sekitar pukul 01.12 WIB, seorang jurnalis yang terlibat dalam laporan mengenai pembagian bansos mendapati kejanggalan pada email, akun media sosial, dan aplikasi pengirim pesan instan di ponselnya. (**)

Baca Juga :  Kondisi Pers Indonesia Liberal, Masa Depan Pers Terancam Pemodal Besar Dengan Kepentingan Besar

Sumber : suaranasional

  • Bagikan