banner 728x90

Serius Mengatasi Covid-19. Pemprov Sumut Maksimalkan Realisasi APBD

  • Bagikan
banner 728x90

MEDAN – Pemerintah provinsi Sumatera Utara sangat serius dalam upaya percepatan penanganan pandemi covid 19, hal ini terlihat dari berbagai upaya percepatan realisasi Anggaran Pendapaan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara Ismael Sinaga, usai mengikuti Pengarah Pencapaian Target Realisasi APBD tahun 2020 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secar virtual senin (10/8/20).

Terlihat dalam rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dari posko Gugus Tugas percepat penangannan Covid 19.

Baca Juga :  Anggota KPU RI Positif COVID-19 Bertambah

Menurut Ismael, upaya yang dilakukan Pemprov Sumut antara lain mengoptimalkan pelayanan berbasis daring.Dengan demikian kita mengharapkan pada masa pandemi ini pemerintah provinsi maupun Kabupaten/Kota dapat mengoptimalkan pelayanan atau pendapatan daerah yang berbasis daring.

Sementara dari sisi balanja daerah, Gubernur mengarahkan agar kegiatan pemprov Sumut tahun 2020 dilakukan percepatan.Sehingga bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi bagi Sumut di kwartal III.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Dengan Menteri, Sekda Yakinkan Bontang Siap Laksanakan Pilkada

Kita sedang mendorong supaya belanja stimulus ekonomi dan kesehatan bisa dilakukan secara efektif, apakah itu melalui belanja yang dilakukan oleh OPD kita, maupun belanja tidak terduga dalam penganan covid.Maka kita dorong terealisasi untuk mendorong pertumbuhan daerah, kata Ismael.

Sebagai informasi, realisai APBD Sumut hingga juli 2020 berada pada angka yang positif.Total pendapatan mencapai Rp. 5.706.306.661.542 atau 43,81 % dan total belanja mencapai Rp, 4.477.277.638.345 atau 34,02%.Namun Ismael mengatakan ada kendala yang mempengaruhi realisasi APBD yaitu pendemi covid 19.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Islam Bergerak sampaikan Pernyataan Sikap di Depan Gedung DPR-RI

Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnaian menyampaikan, pelajaran Teknoloi informasi dalam pembangunan PAD bisa dilakukan dapat dilakukan dengan Tennille informasi tersebut.Menurutnya Hal tersebut bisa mengingatkan percepatan pendapatan dan belanja daerah.

Tito menegaskan pemenuhan target realisasi APBD dilakukan guna mendukung pemulihan ekonomi.Menurut Tito belanja pemarintah daerah adalah salah satu sumber pemulihan ekonomi.Jika uang tidak beredar kemasyarakat maka akan sulit mendukung pemulihan ekonomi, pungkas Tito.(AGP).

  • Bagikan