Sehat bersama Minyak Rempah Balur Bio Tanamu

  • Bagikan

JAKARTA – Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering. Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga sejak zaman prakolonial.

Banyaknya pengobatan tradisional yang ada di masyarakat, terselip minyak balur. Minyak berbahan dasar rempah, sering disebut minyak sapu jagat, karena dapat mengobati berbagai penyakit. PT Bumi Jaya Delima menciptakan minyak balur Bio Tanamu. Berbeda dengan yang telah beredar, minyak ini terdiri dari 100 macam rempah yang terkandung dalam satu botol.

Baca Juga :  Diskusi DPP GMNI: Vaksin COVID-19 Tak Berbahaya

Minyak Atsiri kaya akan manfaat untuk kesehatan dan tubuh manusia. Minyak ini umumnya mengandung senyawa hsail ekstraksi dari rempah-rempah yang dihasilkan di Indonesia. Ekstrak ini dihasilkan melalui proses penyulingan untuk menghasilkan minyak yang wangi dan memiliki banyak manfaat.

“Alhamdulilah, dalam satu tahun ini kami sudah memproduksi minyak balur Bio Tanamu, yang mana dalam satu botol ini terkandung serartus rempah dan sebelas minyak astiri,” ujar Laely Septiana selaku markom division Bio Tanamu, saat ditemui di kawasan Bekasi, Jumat (09/04/21) lalu.

Baca Juga :  Hasil Swab Antigen, Kajari Bontang Positif Covid-19

Selain mengandung banyak rempah yang berkhasiat untuk penyembuhan berbagai penyakit, Bio Tanamu juga telah mendapatkan testimoni dari beberapa pasien Covid-19 yang menurutnya dapat mengurangi keluhan sakit pada tenggorokan.

“Banyak masuk testimoni dari pasien Covid-19, mereka bilang dapat mengurangi keluhan sakit pada tenggorokan dengan cara diminum,” tambah Laely Septiana.

Penggunaan minyak balur Bio Tanamu ini bisa langsung dioleskan atau dibalurkan ke tengkuk leher, punggung, dada, sela-sela jari, telapak tangan dan telapak kaki. Selain dibalurkan, Bio Tanamu ini juga aman diminum. Bisa dicampur teh hangat, jahe merah, air hangat. Sementara itu, sifat dasar ilmuan harus dibuktikan secara empiris. Maka atsiri tidak masalah dikonsumsi secara langsung. (Alung)

Baca Juga :  Lima Kelurahan Masuk Zona Merah, Dinkes Bontang Minta Masyarakat Disiplin
  • Bagikan