banner 728x90

Segera Bertaubat Yang Berani Berbuat Maksiat

  • Bagikan
banner 728x90

Oleh : ASWAN NASUTION


BENCANA harus diyakini sebagai peringatan keras dari Allah SWT kepada manusia yang berani berbuat maksiat.

Allah SWT berfirman : _”Dan tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami itu kecuali untuk menakut-nakuti mereka (agar mereka segera bertaubat).”_(Qs. Al-Isra’ : 59).

Turunnya musibah merupakan teguran dari Allah SWT bagi manusia agar segera bertaubat.

Bagi orang beriman, setiap musibah yang ada merupakan isyarat agar secepatnya kembali ke jalan-Nya.

Memang tidak semua kemaksiatan langsung mendapat balasan dari Allah SWT.

Jika hal ini terjadi, maka niscaya tidak akan ada lagi maksiat karena manusia pasti senantiasa takut.

Musibah yang terjadi secara tidak langsung merupakan ujian keimanan agar ada *’Amar Ma’ruf Nahi Munkar’* dan pertaubatan.

Baca Juga :  Bahaya Kekuasaan Politik Turun-Temurun

Hanyalah orang zhalim tang enggan bertaubat.
Allah SWT berfirman :
_”Orang yang enggan bertaubat, mereka termasuk orang-orang yang zhalim.” __
(Qs. Al-Hujarat : 11).

Ibnu Abi ad-Dunya meriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. bahwa beliau dan seorang lagi masuk menemui ibunda ‘Aisyah Ra. lalu orang tersebut berkata :

“Wahai Ummul-Mu’minin, beritahukanlah kepada kami tentang gempa.”

‘Aisyah menjawab : “Apabila mereka telah memperbolehkan perzinaan, minum khamar, memainkan alat musik, maka Allah SWT marah di langit-Nya dan betfirman kepada bumi:

‘Bergoncanglah atas mereka! Jika mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut (berhentilah). Jika tidak, maka hancurkanlah mereka!’

Orang tersebut berkata:” Wahai Ummul Mu’minin, apakah itu azab atas mereka?” Beliau menjawab: “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan hukuman, azab, serta murka atas orang-orang kafir.”

Baca Juga :  Mari Jadikan Muktamar Al Washliyah XXII, Sebagai Muktamar Marhamah

Berkata Anas: “Aku tidak pernah mendengar Hadits sepeninggal Rasulullah SAW yang lebih menyenangkanku daripada Hadits ini.” (al-Uqubah li Ibnu Abi ad-Dunya, sahaih menurut syarat Muslim).

Musibah akan menimpa pula pada seseorang yang tidak melakukan kemaksiatan, yang tinggal di tempat yang sama.

Mereka juga akan terkena bencana tersebut akibat perbuatan orang lain, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT :
_”Takutlah pada musibah yang tidak hanya menimpa orang zhalim di antara kalian saja, Ketahuilah bahwa Allah memiliki hukuman yang pedih.”_(Qs. Al-Anfal : 25).

Apalagi jika kemaksiatan itu jelas-jelas ada, tapi orang-orang shalih enggan menasihati dan mencegahnya.

Baca Juga :  Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) merilis Catatan Akhir Tahun 2020 (Catahu) dan Proyeksi Tahun 2021

Nabi Muhamnad SAW bersabda : _”Demi Allah, hendaknya kalian mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Atau Allah akan menimpakan hukuman kepada kalian, lalu kalian berdoa namun tidak dikabulkan.” (Riwayat at-Tirmidzi)

Jadi, bencana bisa terjadi karena kemaksiatan, atau diamnya orang shalih terhadap perbuatan hina tersebut.

Mari kita renungkan dan kita hayati bersama firman Allah SWT pada surah Asy-Syura ayat 30 :

“Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan (dosa-dosa) kalian, dan Allah memaafkan sekian banyak dosa-yang lain.”(Qs. Asy-Syura : 30).

Wallahu a’lam bish shawab


Penulis : Alumni 79′ Pelajar Al-Qismula’ly Al-Washliyah Jln. Isma’iliyah, Medan.

  • Bagikan