banner 728x90

Rutan Samarinda Maksimalkan Fungsi Intelegen Guna Minimalisir Ganguan Kamtib

  • Bagikan
banner 728x90

SAMARINDA – Menjaga keadaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) selalu aman dan kondusif, bukanlah perihal yang mudah. Komitmen, kerjasama yang baik, dan Instruksi-instruksi membangun dari pimpinan adalah kunci keberhasilan dalam menjaga aman dan kondusifnya rutan.

Memasuki awal tahun 2021, Karutan Kelas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren gelar penguatan tugas dan fungsi pengamanan yang diikuti oleh pejabat struktural, Staff Keamanan dan Ketertiban, dan seluruh regu pengamanan rutan Samarinda, Rabu (06/01/21).

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Pengamanan, Puluhan Petugas Rutan Samarinda Gelar Latihan Menembak

Dibuka oleh Kepala Pengamanan Rutan Samarinda, Gilang Wardhana menyampaikan tentang teknis pengamanan komandan jaga dan petugas pengamanan.

Gilang juga mengatakan “Pada jam rawan harus ada perhatian khusus untuk melakukan kontrol keliling. Setiap 2 sekali pada jam rawan wajib melakukan kontrol keliling.” Tegasnya.

Selain itu, Kepala Rutan Kelas IIA Samarinda, Alanta mengungkapkan terkait strategi-strategi pengamanan pada Rutan yang mencakup hal-hal tentang penjagaan, penggeledahan, kontrol, pengendalian sarana, pengawasan komunikasi, pengendalian lingkungan, penguncian dan tindakan pengamanan.

Baca Juga :  Partisipasi Pemilih di Bontang Meningkat Capai 70,79 persen

“Ada beberapa hal saya mau sampaikan bahwa pertama adalah kita harus kompak, kalau sakit satu ya sakit semua, lebih bagus kita bersakit-sakit sekarang ketimbang lebih susah kalau kita diperiksa, jangan pernah sekali-kali bermain, terlibat dengan yang namanya narkoba. Membawa dan atau memasukan narkoba ke dalam rutan,” Ujar Alanta.

Ia juga menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi pemecatan bagi yang terlibat.

Baca Juga :  Tersangkut Kasus Narkoba, Warga Bontang Barat Terpaksa Lebaran di Penjara

Lebih lanjut, Alanta juga menekankan untuk meningkatkan fungsi inteligen guna meminimalisir gangguan kamtib, serta menjalankan fungsi pengayoman dengan tidak melakukan kekerasan fisik terhadap warga binaan. Dan lebih menjalin hubungan baik dengan warga binaan. (SM)

  • Bagikan