Rakyat Bantu Rakyat, Spirit PRIMA Lembata Gotong-Royong Untuk Korban Banjir Bandang

  • Bagikan

NUSA TENGGARA TIMUR – DPK PRIMA Lembata telah menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai, sembako, galon air minum, dan peralatan cuci kepada pengungsi mandiri di kebun-kebun warga di wilyah Duli Woho, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada, Sabtu (10/04/2021) tersebut, DPK PRIMA Lembata menyalurkan bantuan yang disiapkan dari Posko kepada Empat Puluh Kepala Keluarga yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan lansia.

Baca Juga :  Pesan Anies Baswedan Buat Calon Ketua PWNU DKI Jakarta

Untuk diketahui, para pengungsi ini adalah warga dari desa Amakaka, desa Tanjung batu dan desa Waowala, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata-NTT yang terdampak banjir bandang dan longsor lahar dingin gunung Ile Lewotolok yang terjadi di hari Minggu, 04 April 2021 dini hari pukul 02.00 WITA.

“Pengungsi antusias dan terharu ketika menerima bantuan dari DPK PRIMA Lembata,” ucap Ketua PRIMA Lembata, Fery Koban.

Baca Juga :  Alasan Najirah Memilih Jadi Calon Wakil Walikota Saja

Dilanjutkannya bahwa para pengungsi sangat bersyukur atas kehadiran pengurus DPK PRIMA Lembata yang terjun langsung membagi-bagi bantuan.

Menanggapi itu, Fery Koban menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu tanggung jawab mereka yang tergabung dalam Partai PRIMA.

Dirinya menyebut bahwa PRIMA merupakan partai yang didirikan oleh orang-orang biasa, maka spirit solidaritas “rakyat bantu rakyat” sudah menjadi kewajiban mereka.

“Kami hanya punya ide, gagasan dan keberanian untuk berjuang secara gotong-royong. Termasuk dalam hal kepedulian terhadap korban bencana, kami hanya bisa menggalang donasi dari para anggota dan simpatisan untuk meringankan beban para korban bencana dalam situasi darurat pasca bencana,” terang Fery.

Baca Juga :  Kemendagri mengeluarkan surat teguran 67 Kepala Daerah terkait netralitas ASN, 1 diantaranya adalah Bontang

Diakhir, dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera memastikan percepatan proses pemulihan sosial dan ekonomi bagi para korban bencana secara transparan dan akuntabel.(*/redaksi)

  • Bagikan