Rakor MOI Provinsi DKI Jakarta Ke II Hasilkan Kesepakatan Strategis

  • Bagikan
Rapat koordinasi yang ke II Majelis Ormas Islam

JAKARTA – Rapat koordinasi yang ke II Majelis Ormas Islam (MOI) selain hasilkan Platform MOI yang menjadi landasan perjuangan serta program kerja, juga terbangun komitmen untuk membentuk Kengurusan MOI DKI Jakarta sesegera mungkin setelah kepengurusan DPP MOI terwujud.

Rakor MOI yang ke II dilaksanakan di Hotel Dialy Inn, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (05/06/2021).
Dihadiri oleh 13 Ormas Islam se-DKI Jakarta dengan jumlah peserta mencapai 34 orang.

Diawali pembukaan oleh pembawa acara Zulham Efendi kemudian pembacaan Ayat Suci Alquran dan doa oleh Ustadz Amran. Keduanya merupakan Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris PW Al Washliyah DKI Jakarta. PW Al Washliyah DKI Jakarta sendiri, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakor MOI yang ke II ini.

Baca Juga :  Berkas Sudah Siap, Basri Rase-Najirah Besok ke KPU

Ruddin Akbar Lubis, selaku Ketua PW Al Washliyah DKI Jakarta dalam kata sambutannya mengungkapkan bahwa Rakor MOI ini merupakan kebanggaan bagi mereka.

“Karenanya kami mencoba untuk memberikan fasilitas yang terbaik, semoga sebagai energengi bagi peserta yang hadir,” ujar Akbar Lubis.

Dia juga menyatakan, sebagai insan yang memiliki pengalaman berorganisasi termasuk dua priode menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, tantangan kedepannya sangatlah berat. Menurutnya, minat generasi penerus semakin melemah, sebab ada pemikiran yang salah berkembang bahwa aktif di ormas Islam adalah khusus bagi para Ustad-Ustad saja.

“Saya kira cukuplah MOI organisasi bersifat sejenis, dan tidak ada lagi organisasi yang menggabungkan ormas Islam lagi terutama di DKI Jakarta. Oleh karenanya dibutuhkan kerja keras, kolaborasi yang strategis agar apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” ungkap Akbar Lubis

Baca Juga :  Skor 2-1 Untuk Kemenangan Derby della Mole Juventus vs Torino

Sementara Ketua Tim Ad-hock MOI DKI Jakarta, Ustad Gunadi lebih menekankan pada persoalan kemiskinan di DKI Jakarta.

Jumlah penduduk DKI Jakarta yang meningkat mencapai 10,56 Juta jiwa, sementara jumlah penduduk miskin di Jakarta tahun 2020 meningkat menjadi 496, 84 ribu orang. Menurutnya, ini merupakan tantangan bagi dakwah kedepannya agar terjadi perubahan signifikan bagi umat.

“Dengan berbagai kompleksitas permasalahan di DKI Jakarta, maka selayaknya kita fokus untuk mencari solusi untuk dapat menyelesaikan persoalan umat. Menyatukan langkah sebagai akselerasi energi agar kita dapat meningkatkan kerjasama mewujudkan persatuan dan kesatuan umat,” Ujar Gunadi

Baca Juga :  3 RT Sekaligus, Dilalap Si Jago Merah Dalam Durasi 10 Menit Di Bontang Kuala

Selanjutnya Rakor diserahkan kepada pimpinan sidang yang dipimpin oleh Hendra Gunawan Thaher dari Al Washliyah, Gunady dari PUI, Pardan Prasetyo dari IKADI serta Ustad Isnaeni dari Hidayatullah yang ditunjuk sebagai Tim Ad-hock MOI DKI Jakarta.

Rakor akhrnya menghasilkan kesepakatan bahwa kerja Tim Ad-hock MOI dilanjutkan kinerjanya sampai terbentuknya kepengurusan MOI DKI Jakarta terbentuk.

Kemudian pertemuan selanjutnya dilaksanakan saat liburan satu Muharram yang bertepatan pada tanggal 10 Agustus 2021 mendatang. Bertindak menjadi tuan rumah adalah DPW Hidayatullah DKI Jakarta. (*)

  • Bagikan