banner 728x90

PT Barokah Perkasa Diminta Tanggung Jawab Atas Tumpahan Minyak Karena Ledakan Kapal Di Pulau Atas Samarinda

  • Bagikan
Ketua Umum HMI Samarinda, Nurhariyani
banner 728x90

SAMARINDA – Ledakan kapal tanker bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kamis (11/2/2021) kemarin, memancing tanggapan salah satu organisasi mahasiswa.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda pun menyayangkan ledakan kapal tanker bermuatan BBM ini. Ketua Umum HMI Samarinda, Nurhariyani menilai masyarakat sekitar sangat dirugikan atas kejadian akibat ledakan dan tumpahan minyak hanya berjarak 500 meter dari warga.

Baca Juga :  Tuntas, Petugas Rutan Samarinda Terima Dosis Kedua Vaksin Covid 19

Menurutnya kejadian tersebut menuai dampak lingkungan yang tidak dapat dihindarkan. Sebab tumpahan minyak dari ledakan di Sungai Mahakam itu, bisa mencemari air sungai.

“Sifat dari minyak tidak akan larut didalam air sehingga akan terjadi pencemaran terhadap air sungai yang akan berdampak pada masyarakat setempat yang memanfaatkan air sebagai sumber kehidupan mereka,” ucapnya.

Selain itu akibat dari ledakan menghasilkan kepulan asap beracun yang buruk bagi kesehatan manusia.

Baca Juga :  Rektor Unmul Bungkam ! Aksi Aliansi UGD Protes Kebijakan Rektor Soal UKT Yang Pilih Kasih

“Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya di Kalimantan Timur dan yang di salahkan hanya nakhoda kapal saja tidak menyentuh sampai ranah hukuman terhadap perusahaan,” Tutur Yani.

Pihak HMI Samarinda pun mendesak penegak hukum harus memberikan hukuman setegas-tegasnya nya kepada PT. Barokah Perkasa.

Berdasarkan pengamatan HMI Samarinda hal ini terus berulang, persoalan ponton hampir karam sehingga menyebabkan tumpahan batu bara dan sekarang terjadi ledakan kapal bermuatan BBM yang sangat membahayakan masyarakat.

Baca Juga :  HUT Ke-30 Tahun Teater Yupa, Ulas Eksistensi Komunitas Teater di Masa Depan, Adaptasi Virtual dan Tekanan IKN

Pihak perusahaan juga harus memberikan ganti rugi kepada masyarakat terdampak.

“HMI Samarinda akan terus mengawal persoalan ini hingga ada titik terang,” ucapnya.

Dalam hal ini tentu pihaknya berharap instansi seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda harus memaksimalkan pengawasan agar kecelakaan di sungai khususnya karena kelalaian dalam pemeriksaan sebelum kapal siap berlayar tidak terjadi lagi. (Qy)

  • Bagikan