Prof. Dr.Sri Edi Swasono : Invansi China Sudah Terjadi di Indonesia

  • Bagikan

JURNAL JAKARTA – Saat ini kita harus mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan berbangsa, karena kewaspadaan adalah bagian dari nasionalisme. Sebab, kewaspadaan adalah harga dari sebuah kemerdekaan dan kita harus sanggup membayarnya.

Kemerdekaan dan kemandirian menjadi syarat mutlak menjadikan bangsa ini bermartabat dan mempunyai harga diri.

Saat ini kita seperti tidak merdeka lagi bahkan sudah di Invasi negara tertentu contonya baru di rezim ini di legalkannya undang-undang dwi kewarganegaraan padahal di lambang Lemhanas jelas bunyinya Tanhana Dharma Mangrva artinya tidak ada kewajiban yang mendua, ada apa dibalik ini semua apa para pejabat tidak waspada, apa menteri pertahanan tidak waspada ungkap Prof. Sri Edi Swasono ketika wawancara dengan Bravos Radio beberapa waktu yang lalu

Baca Juga :  Soal Edukasi UU Ciptaker, Media Kernels Indonesia Sayangkan Politisi Kalah Aktif Sama Akun Buzzer

Ada lagi peraturan menteri tenaga kerja yang dulunya mensyaratkan harus mampu berbahasa Indonesia kini dicabut melalui permenaker nomor 16 tahun 2015 sehingga mereka disini tidak perlu lagi berkomunikasi memakai bahasa Indonesia.

Prof. Sri Edi juga mengungkapkan bahwa yang lebih parah lagi adalah diberlakukannya visa on arrival atau yang lebih dikenal dengan bebas visa bagi tenaga kerja asing, Hal ini pastinya mengundang orang berbondong bondong tenaga kerja asing kesini dan belum tentu pulang ke China sebagai negara asalnya.

Baca Juga :  PP IPA Mengutuk Aksi Terror Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

“Saya memperingatkan dengan keras bagi warga keturunan China harus tegas sebagai warga negara Indonesia dia hanya cinta Indonesia tentunya berlaku bagi warga negara Indonesia keturunan India, Arab dan lain sebagainya, agar benar benar mencintai bangsa ini. Alangkah ironisnya mereka hidup dan besar disini, menikmati hasil alam dari bangsa ini tapi masih mengagungkan tanah keluhurnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Bekasi Terus Awasi Pasien Covid-19

Beliau juga mengingatkan bahwa hasil alam kita ini sudah sangat mengkawatirkan karena dikuasai asing.Padahal kekayaan tersebut adalah merupakan asset bagi generasi bangsa kita dimasa akan datang. (pp)

  • Bagikan