banner 728x90

Pria Miskin dan Putus Sekolah Itu Kini Orang Terkaya Berharta Rp 1.117 T

  • Bagikan
banner 728x90

Setiap orang pasti berpikir kalau ingin pintar, harus menempuh pendidikan setinggi mungkin. Jika ingin menjadi seorang insinyur, misalnya, maka harus mendapatkan gelar teknik. Atau, jika ingin menjadi dokter, maka harus lulus sebagai sarjana kedokteran.

Meski itu adalah hukum yang dianggap lumrah, tetapi tak semua orang menjadi ahli melalui jalur pendidikan formal. Begitulah yang dialami oleh Larry Ellison, si pemilik perusahaan software raksasa, Oracle Corporation.

Meski kini telah menjadi pemilik, pendiri, sekaligus bos dari sebuah perusahaan teknologi, nyatanya Larry bukanlah seorang sarjana teknologi atau semacamnya. Ia tak berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya hingga ke tingkat akhir.

Karena keadaan keluarganya yang sangat susah, Larry terpaksa putus kuliah demi bekerja. Namun, siapa sangka, kerja kerasnya membuahkan hasil besar. Larry kini menjadi seorang taipan yang paling diperhitungkan di dunia.

Baca Juga :  Satu Hari Satu Produk Penjara, Bazar Rutan Samarinda Hasilkan Penerima Negara Bukan Pajak

Berdasarkan catatan Forbes (diakses 27 Oktober 2020, pukul 11.00 WIB), harta kekayaan bersih seorang Larry Ellison menyentuh angka 76,1 miliar dolar AS atau senilai Rp 1.117 triliun (kurs: Rp 14.691). Bayangkan, uangnya saja sudah ribuan triliun.

Namun, jauh sebelum sukses seperti saat ini, Larry harus melalui masa proses yang teramat pedih dan panjang. Tak cuma putus kuliah, Larry juga harus “terusir” dari rumahnya sendiri akibat konflik orang tuanya.

Dititipkan Sang Ibu Kepada Orang Lain Hingga Dianggap Tak Berguna

Larry lahir dari seorang ibu yang tidak pernah menikah pada 17 Agustus 1944 silam. Hingga saat dewasa, Larry tak pernah tahu siapa dan ke manakah ayah kandungnya. Sang ibu pun demikian. Larry akhirnya diasuh sendiri oleh sang ibunda.

Baca Juga :  Azis Syamsuddin Apresiasi Langkah Kominfo dan Bawaslu Tekan Berita Hoax Jelang 9 Desember

Karena terhimpit masalah ekonomi, ibunda Larry akhirnya menyerahkan buah hatinya kepada anggota keluarganya yang lain untuk diadopsi. Sang bibi mau mengadopsi bocah melas itu. Akhirnya, Larry tumbuh dan besar bersama sepasang orang tua angkat.

Tinggal bersama orang tua angkat tidaklah mudah. Ia harus mendengar ocehan ayah angkatnya yang benar-benar membuat telinga kebakaran. Terkadang, ayah angkat Larry mengatakan kalau hidup Larry sudah tidak berguna.

Gaya hidup Larry yang menurut ayah angkatnya “tidak jelas” itu membuat si ayah angkat semakin risih dengan kehadiran Larry di rumah mereka. Selama bertahun-tahun, Larry harus hidup bersama orang-orang yang tak menginginkan kehadirannya.

Namun, karena itulah motivasi Larry untuk sukses semakin besar. Ia tak pernah menjadi pemilih dalam hal pekerjaan. Berbagai bidang ia geluti, terutama jika sudah berkaitan dengan dunia teknologi.

Baca Juga :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Tahun 1970 adalah tahun di mana Larry mulai masuk ke industri teknologi sungguhan. Karena kemampuannya, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan teknologi milik Gene Amdahl.

Sejak saat itulah kemampuan Larry terus diasah. Hingga akhirnya, pada kisaran tahun 1979, berdirilah cikal bakal Oracle yang saat itu bernama Relation Software Inc. Perusahaan itu fokus bergerak di bidang teknologi perangkat lunak.

Barulah setelah namanya digubah menjadi Oracle Corporation, kekayaan dan karir Larry mulai semakin menanjak. Hingga hari ini, namanya tercatat dalam daftar Billionaires 2020 atau para milyuner tahun 2020 versi Forbes. Tak tanggung-tanggung, Larry menduduki peringkat ke-5 dalam daftar prestisius tersebut.

Artikel Asli

  • Bagikan