PPKM Mikro Diperketat,  Pemkot Lakukan Penyekatan  di Pintu Masuk Bontang

  • Bagikan

BONTANG – Tim Satgas Covid-19 Bontang sepakat untuk melakukan penyekatan jalan pintu masuk Kota Taman. Selain itu untuk memasuki Kota Bontang pun harus melampirkan surat hasil swab antigen negatif.

Nantinya penyekatan akan dilakukan pada 6-20 Juli 2021. Adapun jalan yang akan di tutup antara lain ; Penyekatan jalan S Parman ( Posko I Tugu selamat datang ), Jalan Bhayangkara ( Posko II Simpang 3 Jalan Tembus), Jalan Letjen Suprapto ( Posko III Simpang 4 Bontang Baru), Jalan Ahmad Yani ( Posko IV Simpang 3 Gunung Sari), Jalan Arif Rahman Hakim ( Posko V Bukit Kusnodo) ,Jalan Soekarno Hatta ( Posko VI Depan Polsek Bontang Barat).

Khusus tugu selamat datang dan bukit kusnodo akan di jaga 24 jam oleh aparat gabungan TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP.

“Penyekatan karena Kora Bontang masuk dalan daerah yang persebaranya berada di level 4 untuk itu sesuai intruksi Kemendagri Nomor 17 Tahun 2021maka ada pengetatan di PPKM Mikro, tujuanya untuk menekan tingginya angka yang terkonfirmasi Covid-19 di Bontang,” kata Basri Rase saat ditemui awak media, Selasa (6/7/2021).

Lebih lanjut, pihaknya memberikan keringanan bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan Bontang untuk tetap bisa melewati pintu masuk tanpa surat keterangan swab antigen.

“Namun untuk pengunjung yang berasal dari luar Bontang, seperti Kubar, Samarinda, Balikpapan, Sangatta , Tenggarong dan yang lainya diminta untuk melampirkan surat swab antigenya. Jika tidak maka akan di suruh putar balik,” sambungnya.

Meski jalur darat dilakukan penyekatan. Namun pihak Pemkot tidak menutup aktivitas Pelabuhan Loktuan. Tetapi, pihak Dishub untuk tetap memastikan jika pemeriksaan harus bersifat kektat tanpa toleransi.

“Penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas kapal, penjualan tiket dilakukan secara online dan setiap pendatang wajib di periksa kembali,” tuturnya. .

Tidak hanya itu, untuk jam operasional pusat perbelanjaan, mall hanya diperbolehkan buka sampai pukul 17.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

Untuk tempat makan dan cafe juga dibatasi hanya 25% dan maksimal  makan di tempat hanya sampai pukul 17.00. Sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00 Wita.

“Nantinya melalui FKPM setiap Kelurahan akan rutin melakukan patroli diwilayah masing-masing untuk memastika  semua sektor aman dan mentaati aturan yang berlaku,” ungkap Basri.

Namun kebijakan pembatasan tersebut tidak berlaku untuk sektor Industri yang tetap berjalan 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Selain itu untuk proyek kontruksi juga tetap berjalan 100 persen,” pungkasnya. (*)

Penulis : Muhammad Faridzul Rifqi

  • Bagikan