banner 728x90

Pernah Menang Jalur Independen, Basri Rase Yakin Memenangkan Pilkada Tahun Ini

  • Bagikan
banner 728x90

BONTANG – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bontang Adi Darma dan Basri Rase hanya memiliki dua partai pengusung dalam maju pilkada pilkada serentak 9 Desember tahun ini.

PDI Perjuangan ( PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi kekuatan pasangan ADIBAS dalam maju untuk pilkada tahun ini.

Meski hanya dua partai yang mendukungnya, pasangan ini tidak kendor apalagi takut kalah hanya karena koalisi gemuk milik pasangan Neni-Joni yang di dukung 7 partai pengusung.

Baca Juga :  Dispopar Menutup Sementara Obyek Wisata dan Fasilitas Olahraga di Kota Bontang

“Saya ndak pernah khawatir, saya selalu berfikiran positif. Manusia itu hanya bisa berusaha dan berusaha, yang mengabulkan itu Allah,” ucap Basri Rase, saat ditemui di Aula KPU Bontang, Jl. Awang Long, pada Jumat (4/9/20).

Pengalaman maju dalam jalur Independen (non partai), membuatnya percaya diri dalam memenangkan kontestasi pilkada tahun ini. Pengalaman ini didapatkan saat memenangkan pilkada 2016 saat berpasangan dengan Neni.

“Saya dulu independen, saya punya pengalaman, dan saya punya strategi untuk itu. Oleh karena itu mohon doa nya kepada saudara-saudaraku semua yang tersayang, terkasih, percayalah kami punya semangat itu,” ujar Basri.

Baca Juga :  PPKM Mikro Diperpanjang Jelang Lebaran, Sejumlah Aturan Diperketat

Disinggung soal lawan akan lebih memiliki kesempatan yang besar dalam penggunaan APBD karena di dorong oleh partai-partai besar, Basri menyerahkan seluruhnya kepada mekanisme yang di jalankan dalam aturan pilkada saat ini.

“Kan semua ada mekanismenya, Insha Allah. Karena biar bagaimanapun masyarakat yang punya hak suara” ujarnya.

Diakhir, Ia berpesan, dalam membantu seseorang itu harus ikhlas, tanpa ada unsur paksaan. Karena, keberkahan berangkat dari keikhlasan seseorang dalam membantu.

Baca Juga :  IPAL Pasar Citra Mas di Evaluasi. DPRD Dorong Segera Ada Perbaikan Sebelum Beroperasi

“Saya tidak percaya, bahwa uang dan jabatan bukan jaminan seseorang menang dalam sebuah pertandingan. Tapi yang memenangkan pertandingan itu adalah orang-orang terkasih, Orang-orang yang baik, dan orang-orang yang tidak membedakan satu sama lain,” tegasnya. (PMN)

  • Bagikan