banner 728x90

Peringati Hari Perempuan Internasional, Forum Jurnalis Bontang Ajak Masyarakat Hentikan Pelecehan dan Kekerasan Seksual

  • Bagikan
Agenda Nonton Bareng dan Diskusi, Memperingati Hari Perempuan Internasional (istimewa)
banner 728x90

BONTANG – Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual menjadi alasan Forum Jurnalis Bontang (FJB) menggelar nonton bareng diskusi (nobardis). Agenda tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Senin (08/03/2021).

Agenda nobardis yang terbuka untuk umum ini tidak hanya dihadiri oleh kalangan jurnalis, bahkan menjadi suguhan menarik bagi pelanggan yang datang di Kopi Balada, Jl. KS. Tubun, Bontang.

Panitia pelaksana menyajikan film “Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak” karya Moulya Surya, film bergenre thriller yang dibintangi Marsha Thimoti. Sri Murlianti, akademisi asal Fisip Unmul digandeng FJB sebagai pembicara.

Baca Juga :  Peringati Milad ke-10, Mapala Stitek Tanam 250 Pohon Bakau

Film yang berlatar Pulau Sumba ini menggambarkan seorang perempuan bernama Marlina yang pada akhirnya memberikan perlawanan setelah menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual.

Sri Murlianti dalam sesi diskusi menjelaskan bahwa persoalan yang menyangkut isu perempuan, tak lain disebabkan oleh dominasi patriarki yang masih terus tumbuh dan dilanggengkan.

Meskipun di era saat ini, dimana kultur masyarakat mulai terus berkembang, namun kultur Patriarki tak bergeser sedikit pun. Yang terjadi hanyalah komodifikasi. Jika dahulu perempuan dalam beberapa budaya masyarakat mensejajarkan perempuan dengan barang, hal yang didapat hari ini tidaklah jauh berbeda.

Baca Juga :  IPAL Pasar Citra Mas di Evaluasi. DPRD Dorong Segera Ada Perbaikan Sebelum Beroperasi

“Komodifikasi terhadap perempuan bahkan semakin menjadi,” kata Dosen Pembangunan Sosial, Fisip Unmul ini.

Menjadi penting untuk disadari bahwa di era industri, dimana perempuan seolah-olah diberikan hak yang sama diruang publik, eksploitasi terhadap perempuan justru semakin menggila dan hal tersebut cenderung berakhir dengan pelecehan dan kekerasan, apalagi ditopang dengan regulasi negara yang tidak tegas dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan.

Baca Juga :  LSI Denny JA Tidak Mengindahkan Panggilan Panwaslu

Menurut Sri Murlianti hal yang sangat dibutuhkan hari ini adalah memperluas diskusi-diskusi tentang persoalan kesetaraan. Selain menggerus corak berfikir patriarki yang dominan, tentu diharapkan akan memberikan pengaruh besar dalam praksisnya.

Sementara dari Forum Jurnalis Bontang selaku panitia penyelenggara nobardis mengungkapkan tujuan pemutaran film ini sederhana, sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menghentikan kekerasan serta pelecehan seksual berbasis gender.

  • Bagikan