banner 728x90

Peringati Hari Kehati, Taman Nasional Kutai Tanam 2.021 Bibit Mangrove 

  • Bagikan
Wakil Walikota Bontang, Hj. Najirah saat melakukan penanaman Mangrove
banner 728x90

BONTANG – Untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang jatuh setiap tanggal 22 Mei diseluruh dunia, Balai Taman Nasional Kutai bersama PLN Bontang mengadakan kegiatan penanaman mangrove sebanyak 2.021 bibit.

Kegiatan yang dilakukan di Taman Nasional Kutai, Jl. Cut Nyak Dien, Bontang Baru ini diikuti oleh Wakil Wali Kota Najirah, PLN Bontang, Komunitas Peduli Lingkungan, Stiper Sangatta dan Purna Tugas Taman Nasional Kutai.

Baca Juga :  Forkompimda Bontang Gelar Inspeksi Protokol Kesehatan di Pasar Ramadan

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan tersebut dibuka oleh Nur Patria Kurniawan selaku Kepala Balai Taman Nasional Kutai. Sambutan dilanjutkan oleh Donna Sinatra selaku Manager UP3 PLN yang mendukung penuh kegiatan dalam melestarikan ekosistem alam ini.

Selanjutnya Wakil Wali Kota Najirah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Bontang atas inisiatif diadakannya kegiatan penanaman mangrove ini.

Baca Juga :  PT IMM Gelar Bincang Jurnalistik Dihadiri 20 Media yang Ada di Kalimantan Timur

“Kegiatan penanaman ini adalah salah satu untuk pencegahan terjadinya banjir,” ujarnya.

Najirah berharap akan bisa diadakan kegiatan serupa ditempat lain di Kota Bontang. Dirinya menjelaskan kegiatan seperti ini paling tidak, akan membantu permasalahan di Kota Bontang.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove ditempat yang sudah ditentukan seluas lebih kurang 2 Hektar.

Jenis bibit mangrove yang ditanam sendiri ada 2 macam jenis yaitu, Mangrove Sonneratia Ovata yang memiliki multipurpose, dan Rhizopora Apiculata yang memiliki akar jangkang.

Baca Juga :  Bontang Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Nur Patria menjelaskan tema Hari Kehati pada tahun ini adalah We’re Part of The Solution.

“Maksudnya kita ini adalah bagian dari solusi memperbaiki alam, solusi di tengah pandemic, solusi untuk Program Iklim (Proklim),” jelasnya.


Reporter : Ayu Ariesta

  • Bagikan