banner 728x90

Pemuda Pancasila Bontang Inginkan Pilkada Damai Tanpa Money Politic

  • Bagikan
banner 728x90

“Sebagai agen perubahan, Pemuda Pancasila secara tegas menolak money politic dan menginginkan Pilkada damai”

BONTANG – Pilkada damai tanpa money Politic adalah harapan bersama, mengingat pelaksanaan pilkada menyisakan kurang lebih dua minggu lagi. Semakin dekatnya dengan hari pencoblosan, tentu akan meningkatkan aktivitas calon yang bertarung untuk turun ke publik.

Ancaman terhadap kondusifitas Bontang, bahkan sampai praktik money politic “politik uang” tentu harus menjadi pengawasan khusus bagi pasangan calon yang bertarung.

Siang tadi, Kamis (26/11/20) Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) kota Bontang deklarasikan diri dalam menangkal praktik money politik yang mengancam proses demokrasi di Kota Taman ini.

Wakil Ketua 1 MPC PP Bontang Aminullah mengungkapkan sebagai agen perubahan, Pemuda Pancasila secara tegas menolak money politik, selain itu pembentukan tim Anti Money Politik ini merupakan langkah pengurus Pemuda Pancasila setelah menggelar pertemuan internal, sehingga tercetus rencana melakukan pemantauan di masing-masing kelurahan hingga RT.

Baca Juga :  Pupuk Indonesia Terapkan Tekhnologi DPCS Untuk Mengontrol Rantai Pasok Distribusi Pupuk Bersubsidi

“Kami dari pemuda pancasila Kota Bontang menginginkan kampanye damai dan pilkada kondusif untuk bontang sejahtera kedepan,” ucap Aminullah saat konferensi pers di Sekretariat MPC PP Bontang, Jl. Teuku Umar, Bontang Utara.

Pembentukan tim Anti Money Politik ini, lantaran berhembus kabar adanya dugaan kegiatan money Politik yang dilakukan oleh salah satu paslon yang ada di Kota Bontang.

“Kami yang menerima kabar itu, bersama pengurus yang lain sepakat turun langsung untuk memantau aktifitas para masing-masing tim paslon selama masa kampanye ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rutan Samarinda Kantongi 643 suara pemilih, Salah Satu Calon Unggul di Rutan

Dilokasi yang sama, Sekertaris Komando inti (Koti) Pemuda Pancasila Bontang, Meggi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan anggota PP Bontang dari MPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), dan anak-anak ranting di setiap RT, agar dapat terus memantau jika menemukan adanya money politik.

“Sebanyak 3.000 Anggota kami yang siap mengawal jalannya pilkada ini. Nantinya jika terdapat temuan kegiatan Money Politik, kami yang telah berkoordinasi dengan Bawaslu Kota Bontang, akan segera melaporkan pelanggaran itu,” terangnya.

Aminullah menambahkan agar Pemuda Pancasila bergerak cepat untuk menangkap pelaku money politik, Ia optimis Pemuda Pancasila dapat menangkap pelaku kecurangan Pilkada.

“Jika nanti ada pelaku money politik, Pemuda Pancasila bisa menangkapnya,” tuturnya.

Pihaknya berharap dengan terbentuknya tim Anti Money Politik ini, dapat membantu tugas Bawaslu dalam mencegah adanya Money Politik di Pilkada Kota Bontang khususnya menjelang pencoblosan.

Baca Juga :  LIPPSU Minta Kejati Usut Tuntas Dugaan Kredit Fiktif 39,5 M di BTN Cabang Medan

Pun begitu pula dengan yang disampaikan organisasi sayap Pemuda Pancasila. Ketua Satuan Pemuda, Pelajar, Siswa (Sapma) PP Cabang Bontang Saprilyadi, yang menginginkan agar partisipasi kelompok milenial dalam pilkada tahun ini harus terlihat.

Dalam status bonus demografi, dimana angkatan muda harus memiliki peran yang jelas dalam pilkada 9 Desember mendatang. Maka itu, harus ada pengawalan terhadap praktik yang menciderai marwah demokrasi, khususnya kota Bontang.

“Peran kita jelas, kita tidak mau black campaign dan money politic merusak situasi keamanan di Bontang. Bentuk partisipasi kita sebagai anak muda, itu memilih. Bukan tergiur dengan politik uang,” ungkap Ucok sapaanya. (*)

  • Bagikan